Demi meningkatkan kapabilitas saham dan pasar modal Indonesia, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio mengungkapkan, pihaknya akan membuat sejumlah terobosan baru pada tahun 2017.
Salah satu terobosannya ialah BEI akan bekerja sama dengan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dapat membuka jaringan pasar saham di berbagai wilayah Indonesia, supaya dapat memudahkan akses perusahaan yang ingin bergabung di lantai bursa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena menurut Tito, selama ini perusahaan yang ingin melakukan IPO (Initial Public Offering) hanya bisa dilakukan di Jakarta. Dengan membuka cabang-cabang di seluruh Indonesia, diharapkan dapat lebih memudahkan akses bagi perusahaan untuk menjadi perusahaan terbuka.
"Sehingga orang kalau mau IPO, kalau bisa tidak harus ke Jakarta saja, tidak perlu jauh-jauh yang dari daerah," kata dia.
Selain itu, Tito juga menyatakan, rencana BEI lainnya di tahun 2017 nanti ialah bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan di Indonesia, untuk dapat memberikan pengetahuan atau wawasan lebih dalam terkait industri pasar modal.
"Bulan depan kita tanda tangan dengan 28 universitas seluruh Indonesia, bagaimana pendidikan pasar modal dimulai. Jadi ada finance jurusan pasar modal. Mereka tuh empat tahun belajar, nanti kalau selesai dapat lisensi," tuturnya. (drk/drk)











































