Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku sedikit kecewa. Menurutnya, meskipun kapitalisasi pasar alias market capital di BEI terbilang tinggi, tentu tidak bisa dikatakan bagus jika jumlah emiten yang tercatat sepanjang 2016 hanya berjumlah 16.
"Tentu kita perlu lakukan refleksi, karena kalau market capital meningkat sangat tajam dengan jumlah perusahaan sangat sedikit, maka itu bukan merupakan indikator yang sehat dan membanggakan," jelas Sri Mulyani di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (3/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memacu terus-menerus perusahaan. Bahwa masuk bursa tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, juga bagi masyarakat secara umum. Waktu dia melakukan usahanya untuk mendapatkan keuntungan dia juga menguntungkan seluruh masyarakat Indonesia," ujar Sri Mulyani.
Untuk itu, semua pihak di dalam pasar modal Indonesia harus turun tangan agar jumlah emiten di BEI tahun ini bisa bertambah banyak. Sri Mulyani mengatakan, kemudahan bagi perusahaan untuk menjadi emiten merupakan kewajiban, sehingga bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.
"Pemerintah akan terus melakukan itu, apakah dari sisi persiapan ekonomi, kebijakan ekonomi. Sehingga perusahaan Indonesia bisa maju tidak hanya dapat untung juga berkontribusi terhadap pembangunan," ujar Sri Mulyani.
"Memberikan dorongan agar masuk bursa sesuatu yang mudah, bukan sesuatu yang eksklusif. Sifatnya inklusif," tutup Sri Mulyani. (drk/drk)











































