Semen Gresik Minta Persetujuan Bangun Pabrik Baru

Semen Gresik Minta Persetujuan Bangun Pabrik Baru

- detikFinance
Senin, 11 Apr 2005 15:26 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan segera meminta persetujuan pemegang saham dalam rangka pembangunan pabrik baru dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Saat ini proses persetujuan tersebut sedang diajukan ke komisaris."Jika komisaris menyetujui maka dalam RUPS mendatang yang diperkirakan paling lambat 30 Juni 2005 akan diagendakan persetujuan pembangunan pabrik baru. Jika belum disetujui maka akan dimintakan persetujuan dalam RUPS selanjutnya," kata Direktur Keuangan Semen Gresik Cholil Hasan di Hotel Lee Meridien, Jakarta, Senin (11/4/2005).Pembangunan pabrik baru dengan kapasitas 2 juta ton per tahun dipeekirakan baru akan dimulai pada tahun 2006. Sementara mengenai investasinya diperkirakan mencapai US$ 350 juta jika memakai rata-rata pembangunan US$ 175 per ton.Mengenai dana untuk pembangunan pabrik tersebut, menurut Cholil, perseroan memiliki opsi untuk menerbitkan obligasi baik dalam bentuk dolar maupun rupiah selain itu perseroan memiliki opsi untuk melakukan pinjaman kepada bank."Sekarang kita masih lihat-lihat dulu," katanya. Saat ini kapasitas produksi Semen Gresik Grup yang mencakup PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang sebesar 16 juta ton per tahun dimana pada tahun 2004 volume produksi mencapai 15,6 juta ton atau 45 persen produksi nasional."Tahun ini kita agak sulit kalau menaikan volume produksi karena sekarangpun sudah sangat tinggi," ujarnya.Kinerja 2004Cholil juga menjelaskan bahwa laporan keuangan perseroan akan selesai pada April 2005 ini. Laporan keuangan tersebut adalah laporan keuangan konsolidasi yang mencakup PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa.Pendapatan Semen Gresik Grup tahun 2004 diprediksi naik 10 persen menjadi sekitar Rp 6 triliun dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 5,5 triliun. Sedangkan laba bersih tahun 2004 diperkirakan mencapai Rp 500 miliar naik dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 378 miliar.Kenaikan laba bersih tersebut menurut Cholil karena pada tahun 2004 perseroan bisa mengurangi beban bunga sekitar Rp 100 miliar dan pengaruh dari naiknya pendapatan akibat meningkatnya harga jual semen.Cholil menyebutkan meskipun special audit PT Semen Padang belum selesai namun hal tersebut tidak mengganggu general audit untuk konsolidasi perusahaan. PT Semen Padang diperkirakan mencatat laba tahun 2004 lebih dari Rp 50 miliar.Untuk tahun 2005, PT Semen Gresik Grup memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen. Semen Gresik saat ini masih memiliki utang obligasi sebesar Rp 470 miliar yang akan jatuh tempo pada 2006.Semen Gresik juga berencana menaikan harga semen 8-10 persen karena meningkatnya beban pokok produksi akibat kenaikan harga BBM. Namun menurut Cholil kenaikan harga tersebut masih akan melihat kondisi pasar. Perseroan sendiri akan memutuskan kenaikan harga semen terutama untuk daerah-daerah yang tidak sensitif terhadap kebutuhan semennya."Sementara untuk daerah-daerah yang sensitif kebutuhan semennya dimana kalau harga semen dinaikan masyarakat menolak maka perseroan akan mempertahankan harga lama," ujarnya.Kenaikan ini untuk menjaga margin keuntungan yang didapat perseroan. "Makanya pada tahun 2005 kita menargetkan pendapatan naik 10-15 persen karena terkait kenaikan harga semen," tegas Cholil. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads