Laba BBJ Melambung 1.500%

Laba BBJ Melambung 1.500%

- detikFinance
Selasa, 12 Apr 2005 12:40 WIB
Jakarta - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) mencatat laba bersih tahun 2004 sebesar Rp 2,065 miliar naik 14 kali lipat atau sekitar 1500 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 137,482 juta.Kenaikan laba bersih tersebut tidak terlepas dari meningkatnya transaksi perdagangan di BBJ pada tahun 2004 yang mencapai 999 ribu lot dibanding tahun sebelumnya 388 ribu lot atau meningkat 157 persen.Demikian diungkapkan oleh Dirut BBJ Hasan Zein Mahmud dalam jumpa pers kinerja 2004 yang berlangsung di kantor BBJ, Gedung BDN, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (12/4/2005).Pendapatan usaha BBJ tahun 2004 mengalami kenaikan 64 persen menjadi Rp 9,590 miliar dibandingkan tahun 2003 Rp 5,842 miliar. Sedangkan laba usaha tahun 2004 mencapai Rp 2,518 miliar dibandingkan tahun 2003 yang membukukan rugi usaha Rp 383,433 juta.Rata-rata volume perdagangan harian tahun 2004 sebesar 3.842 lot naik 158 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar 1.492 lot per hari. Transaksi di BBJ saat ini 80 persen lebih merupakan transaksi keuangan seperti perdagangan indeks saham Nikkei, Kospi dan perdagangan mata uang lainnya.Sedangkan kontrak nonkeuangan hanya mentransaksikan perdagangan Olein dan kontrak emas. "Kita selalu berupaya untuk meningkatkan penjualan produk nonkeuangan tapi selalau mengalami kesulitan terutama jika harus ada penyerahan fisik karena mencari underline-nya susah sehingga saat ini transaksi keuangan masih mendominasi perdaganga di BBJ," katanya.Target 2005Untuk tahun 2005 perseroan menargetkan volume transaksi harian mencapai 6000 lot. Sedangkan laba bersih sesuai rencana kerja anggaran tahunan yang dibuat pada Agustus 2004 diperkirakan mencapai Rp 2 miliar."Tapi target laba bersih itu sepertinya pada pertengahan tahun sudah bisa tercapai," kata Hasan.BBJ juga menargetkan bisa meluncurkan sistem perdagangan alternatif (SPA) pada 1 Juni 2005. SPA ini terutama untuk perdagangan indek dan currency.Dijelaskannya saat ini BBJ mengelola dana kompensasi dari pialang sebanyak Rp 8 miliar yang setiap tahun terus bertambah. Dana itu digunakan sebagai perlindungan nasabah jika ada pialang yang cidera janji."Sampai saat ini belum satu senpun dana kompensasi yang digunakan dan kita berharap tidak pernah digunakan," ujarnya.Selama triwulan I/2005 rata-rata volume transaksi di BBJ meningkat 300 persen lebih dibandingkan periode sama tahun lalu. (san/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads