Demikian disampaikan oleh President Direktur Unilever Indonesia Hemant Bakshi usai membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/1/2017).
"Belanja modal 115 juta euro di tahun ini," tutur Hemant.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami butuh kapasitas tambahan di lokasi yang sudah ada," tutur Hemant.
Selain itu, perseroan yang bergerak di sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) juga berencana melakukan inovasi pada produknya. Inovasi dilakukan dengan meluncurkan produk lama dirilis kembali dengan kemasan baru alias re-launch.
"Iya ada produk baru setiap tahunnya. Ada inovasi yang dikenalkan ke market," tutup Hemant.
40 Produk Dipoles dan Rilis Ulang
"Ada 40 inovasi tahun ini. Produk baru biasanya kita sebut inovasi, ada launch ada re-launch," jelas Sekretaris Perusahaan Unilever, Sancoyo Antarikso di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (11/1/2017).
Perseroan yang bergerak pada sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) ini juga akan lebih fokus mengembangkan produk berbasis home and personal care. Pengembangan produk dilakukan salah satunya dengan menambah kapasitas pabrik.
"Kalau dari dua segmen, kita lebih banyak home and personal care daripada food and refreshment," tutur Sancoyo.
Home and personal care menjadi fokus pengembangan di tahun ini. Hal ini dikarenakan di tahun sebelumnya perseroan sudah menambah kapasitas pabrik food and refreshment pada November 2015.
Saat ini perseroan sudah memiliki 9 pabrik yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia
"Kalau buka pabrik tidak, lebih kepada peningkatan kapasitas. Sudah ada 9 pabrik," tutup Sancoyo. (ang/ang)











































