Follow detikFinance
Rabu 11 Jan 2017, 17:42 WIB

Transaksi Harian Saham di Bursa Menurun Awal 2017

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Transaksi Harian Saham di Bursa Menurun Awal 2017 Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Rata-rata transaksi saham harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal tahun 2017 cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Rata-rata nilai transaksi perdagangan saham BEI pada pekan pertama 2017 tercatat mengalami penurunan sebesar 33,66% menjadi Rp 5,25 triliun dari Rp 7,49 triliun di pekan sebelumnya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, mengatakan rata-rata nilai transaksi harian di 2016 sekitar Rp 7,49 triliun didongkrak oleh transaksi crossing saham. Nilai transaksi saham harian di BEI diperkirakan akan berangsur naik menjelang akhir Januari.

"Kalau bandingkan 2016, kalau nggak salah per hari ini rata-ratanya Rp 5,25 triliun. Kalau 2016 Rp 7,49 triliun dibantu crossing salah satu emiten. Angka regulernya sebenarnya cuma Rp 6,7 triliun. Jadi ini baru 7 hari, kita tunggu sampai akhir bulan ini mudah-mudahan terjadi kenaikan transaksi," kata Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Selain itu, sebagian besar investor juga tengah menunggu kebijakan terbaru Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Masih terjadinya gejolak harga komoditas di pekan pertama 2017 juga menjadi faktor turunnya nilai transaksi harian di BEI pada pekan pertama.

"Kami kira sebagian investor institusi masih menunggu dan melihat bagaimana tren 2017 nya," tutur Samsul.

Meskipun demikian, pihaknya tetap optimistis target rata-rata nilai transaksi harian di BEI bisa menembus Rp 8 triliun. Salah satu upaya yang dilakukan BEI adalah dengan menambah jumlah saham yang bisa dilakukan transaksi margin.

Transaksi margin adalah transaksi pembelian saham (efek) untuk kepentingan investor yang dananya ditanggung sementara oleh perantara pedagang efek (perusahaan sekuritas) alias broker.

Selain itu, BEI juga akan terus melakukan sosialisasi investasi saham ke berbagi profesi. Saat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan utuh pentingnya berinvestasi di pasar modal.

"Sosialisasi diarahkan pada beberapa sektor aja. jadi misal profesi, karyawan perusahaan emiten, kalau mahasiswa kita juga terus lakukan peningkatan. Jadi kegiatan pengetahuan masyarakat ini terhadap pasar modal juga meningkat," tutur Samsul. (mkj/mkj)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed