Lippo Karawaci Berencana Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

Lippo Karawaci Berencana Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun

- detikFinance
Selasa, 12 Apr 2005 14:11 WIB
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan obligasi sekitar Rp 1 triliun. Obligasi tersebut untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang perseroan."Prosesnya masih berjalan. Diharapkan pada akhir semester I atau paling lambat awal semester II diterbitkan," kata Direktur Lippo Karawaci Hendra A Sugandi disela-sela RUPS di Hotel Arya Duta, Jakarta, Selasa (12/4/2005).Menurutnya kebutuhan refinancing perusahaan mencapai Rp 800-900 miliar namun dirinya belum bisa memastikan berapa persis obligasi yang diterbitkan. Diperkirakan akan mencapai Rp 1 triliun.Perseroan akan menggunakan laporan keuangan per Maret 2005 untuk penerbitan obligasi tersebut. Pasalnya pada periode tersebut sudah ada tambahan modal dari right issue yang sebesar Rp 900 miliar sehingga modal perseroan setelah right issue menjadi Rp 2,3 triliun.Sedangkan Dirut Lippo Karawaci Viven G Sitiabudi mengatakan dari hasil RUPS disetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 10 per saham yang merupakan 10 persen dari laba bersih tahun 2004 yang sebesar Rp 293 miliar.Pada tahun 2004 Lippo Karawaci mencetak pendapatan Rp 1,67 triliun atau naik 11,4 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 1,50 triliun. Pendapatan tersebut sebesar 57 persen dari sektor properti diikuti sektor layanan kesehatan 26 persen dan infrastruktur dan jasa perhotelan sebesar 17 persen.Saat ini Lippo Karawaci merupakan perusahaan properti terbesar di Indonesia dengan total aset lebih dari Rp 5,6 triliun.Viven juga menjelaskan perseroan mengangkat anggota dewan komisaris dan direksi yang berasal dari pemegang saham Cina Resources (Holding) Corporation Limited China. Dua orang anggota komisaris itu Agum Gumelar dan Charley Song.Untuk tahun 2005 perseroan menargetkan laba bersih setelah pajak Rp 355 miliar.Ditambahkannya bahwa perseroan tidak akan masuk infrastruktur seperti jalan tol atau pembangkit listrik namun akan masuk pada pembangunan kota seperti pengolahan air minum dan pengolahan limbah. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads