Target 2017 tersebut juga lebih tinggi 14,11% dari realisasi perolehan kontrak baru tahun 2016 sebesar Rp 32,6 triliun.
Dengan target kontrak baru 2017 dan kontrak carry over, Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2017 tumbuh lebih dari 50% dibandingkan dengan target tahun 2016 yang berkisar Rp 17-19 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama PTPP Tumiyana mengatakan, untuk mencapai target tersebut masih akan didominasi oleh proyek-proyek infrastruktur pemerintah
"Perseroan sangat optimistis dapat melampaui target kontrak baru tahun 2017 yang tumbuh lebih besar dari 20%. Hal itu didukung oleh program-program yang telah dicanangkan Pemerintah saat ini untuk meningkatkan kualitas infrastruktur di Indonesia," ujar Tumiyana dalam keterangan tertulis, Senin (16/1/2017).
Dari data kinerja perusahaan, hingga akhir Desember 2016 PTPP telah berhasil mencatatkan perolehan kontrak baru mencapai Rp 32,6 triliun atau 105% dari target akhir tahun 2016 ini.
Dimana total order book yang berhasil diraih yaitu sebesar Rp 71,5 triliun sudah termasuk carry over tahun 2015 sebesar Rp 39 triliun.
Pencapaian kontrak baru Perseroan tahun 2016 terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan sebesar Rp 27,3 triliun dan Entitas Anak Perusahaan sebesar Rp 5,3 triliun.
Adapun kontrak baru yang disumbang oleh anak perusahaan Perseroan sd akhir Desember 2016, antara lain, PT PP Properti Tbk (PPRO) sebesar Rp 2,4 triliun, PT PP Pracetak Rp 2,1 triliun dan PT PP Peralatan Rp, 738 miliar.
Beberapa proyek besar yang berhasil diraih Perseroan pada tahun 2016, antara lain 2 ruas Jalan Tol senilai masing-masing Rp 3 triliun dan Rp 2,7 triliun, PLTGMG Paket 7 100 MW yang berada di 4 lokasi (Flores, Nabire, Bontang, Ternate), PLMTG Lombok Peaker 130-150 MW Rp 1,42 triliun.
Ada pula proyek pembangunan Stadion Jayapura Rp 1,2 triliun, MNP Paket B & C Reklamasi Rp 891 miliar, Mobile Power Plant 500 MW Rp 739 miliar yang berada di 8 lokasi, Add On Grati Block 2 Project 150 MW Rp 729 miliar.
Berikutnya ada proyek MPP Dual Fuel GE/GT Package 8 (Jayapura dan Kendari) Rp 725 miliar, pembangunan Gedung BNI Tower Rp 714 miliar, AEON Mall Sentul Rp 689 miliar, Tunjungan Boulevard Rp 655 miliar, Bedungan Sukoharjo Lampung Rp 555 miliar, Apartemen Pertamina RU di Balikpapan Rp 497 miliar. (dna/dna)











































