Indeks dolar, menurut pengamatan greenback terhadap enam mata uang utama, sempat jatuh ke posisi terendah saat Trump menyatakan janji untuk menempatkan "America first", memicu kembali kekhawatiran pada kebijakan proteksionis.
Tapi penurunan itu moderat karena Trump tidak menyentuh pada kebijakan ekonomi atau perdagangan tertentu dalam pidatonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara keseluruhan, kami melihat dolar AS mengkonsolidasikan beberapa keuntungan dan itu mirip dengan konsolidasi yang kita lihat di bagian awal tahun lalu setelah kenaikan suku bunga The Fed 2015," lanjut Richard.
Dolar AS melemah terhadap euro, yen Jepang dan pound Inggris setelah membukukan beberapa keuntungan moderat sebelumnya pada hari Jumat.
Di sisi lain, dolar AS menguat terhadap dolar Australia, Selandia Baru dan Kanada, serta mata uang negara-negara produsen komoditas utama lainnya.
Ketidakpastian pasar menahan dolar dalam kisaran ketat setelah selama seminggu naik turun menandai ketidakpastian pemerintahan Trump.
Nilai tukar dolar AS meningkat sekitar 3,5 persen sejak 8 November saat Trump memenangkan pemilu, tetapi melemah lebih dari 1 persen selama bulan Januari karena tumbuhnya kekhawatiran terhadap retorika proteksionis Trump.
(mca/hns)











































