"Keputusan ini dilakukan atas beberapa pertimbangan. Yang pertama adalah posisi dan amanat yang diberikan sebagai Ketua penyelenggara Asian Games di mana terdapat tanggung jawab besar dan diperlukan fokus untuk menyukseskan ajang terbesar olahraga di tanah air pada tahun 2018 mendatang. Hal ini selain tanggung jawab kepada pemerintah, juga kepada seluruh masyarakat Indonesia," kata Erick dalam keterangannya, seperti dikutip, Rabu (25/1/2017).
Alasan kedua mundurnya ini adalah, karena aktivitasnya yang padat sebagai pemilik dan presiden dari klub sepakbola di Italia, yaitu Inter Milan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT











































