Persetujuan Right Issue Bakrie Tertunda Lagi
Kamis, 14 Apr 2005 14:48 WIB
Jakarta - Persetujuan right issue atau penawaran saham umum terbatas PT Barkie and Brothers Tbk (BNBR) kembali tertunda setelah RUPS yang kedua pada hari ini kembali tidak mencapai kuorum. Namun untuk perubahan direksi tetap bisa dilaksanakan."Kita akan mengajukan jadwal RUPS ketiga kepada Bapepam yang diharapkan pada minggu keempat April 2005 bisa kembali dilakukan RUPS," kata Direktur Keuangan PT Bakrie and Brothers Yuanita Rohali di Klub Rasuna, Jakarta, Kamis (14/4/2005). Right issue itu akan menawarkan saham biasa atas nama seri C sebanyak 19.220.198.400 saham dengan nilai nominal Rp 100 dan harga penawaran Rp 100 per saham. Rasio right issue itu perbandingannya 25:62 dimana setiap pemilikan 25 saham akan mendapatkan 62 saham BNBR yang baru. Dana dari hasil right issue penggunaannya 19,34 persen untuk membiayai kembali utang atau refinancing Duisse Chartered Invesment ltd dalam rangka akuisisi sebanyak 60 persen saham PT Bakrie Sumatera Plantation sebanyak 39,48 persen untuk refinancing anak perusahaan PT Bakrie Pipe Industry kepada IFC Mizuho International, Chelsea Invesment dan CSFB (Credit Duisse First Boston) sebanyak 29,22 persen untuk investasi anak perusahaan Bakrie Telecom sebesar 3,45 persen untuk refinancing anak perusahaan PT South East Asia Pipe Industry kepada Itochu Coorporatrion sebesar 8,51 persen untuk modal kerja pada anak-anak perusahan.Dalam RUPS itu, ada pergantian komisaris independen yang semula dijabat Muhammad Ikhsan kepada Ambono Januriyanto sedangkan jajaran direksi yang semula 3 orang yakni Boby Gafur Sulistio Umar sebagai dirut, Yuanita Rohali sebagai direktur keuangan dan Juliandus Tobing sebagai coorporate secretary dan ditambah 1 orang direksi baru Setio Anggoro Dewo.
(mar/)











































