Malindo Siapkan Rp 665 Miliar untuk Bangun Pabrik dan Gudang

Malindo Siapkan Rp 665 Miliar untuk Bangun Pabrik dan Gudang

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 14 Feb 2017 11:59 WIB
Malindo Siapkan Rp 665 Miliar untuk Bangun Pabrik dan Gudang
Ilustrasi Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) yakin kinerja keuangan perusahaan akan semakin membaik pada tahun ini. Perseroan pun berencana ekspansi tahun ini.

Menurut Direktur Keuangan Malindo, Rudy Hartono Husin, tahun ini Perseroan menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 50 juta atau sebesar Rp 665,9 miliar dengan asumsi kurs Rp 13.318/dolar AS.

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun pabrik pakan, peternakan dan gudang serta pengering jagung yang akan ditempatkan satu area.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perseroan saat ini masih mempertimbangkan beberapa lokasi sebagai area ekspansi tersebut. Namun Rudy memastikan bahwa wilayahnya masih berada di daerah pulau Jawa dan Sumatera.

"Pabrik (kebutuhan dananya) sekitar Rp 250-300 miliar, jadi kapasitasnya akan naik tahun depan. (Lokasi) nanti kita putuskan dulu, incarannya di mana saja mungkin Jawa atau Sumatera," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Tahun ini Malindo Feedmill menargetkan pendapatan bisa tumbuh sekira 10-15% dibanding tahun lalu. Sementara pada kuartal III-2016, perseroan berhasil meraup penjualan bersih sebesar Rp 3,96 triliun.

Angka tersebut berasal dari penjualan DOC sebesar Rp 748,1 miliar, ayam pedaging Rp 394,73 miliar, makanan olahan Rp 60,98 miliar, pakan ternak Rp 2,5 triliun dan produk lainnya Rp 247,54 miliar. Saat itu pula perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 233,24 miliar.

"Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari penjualan produk pakan ternak sebesar 60-70%, diikuti anak ayam usia sehari (day old chick/DOC) dan makanan olahan," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Malindo Feedmill Rewin Hanrahan menambahkan, salah satu hal yang diyakini akan menjadi motor untuk mendorong penjualan tahun ini karena masih rendahnya tingkat konsumsi protein masyarakat Indonesia. Belum lagi proyeksi pertumbuhan industri peternakan ayam tahun ini sebesar 8%

"Konsumsi protein Indonesia juga masih rendah, sekitar 10 kilogram (kg) per kapita, jauh di bawah Malaysia yang mencapai 40 kg per kapita. Selain itu, industri sendiri akan tumbuh 8% tahun ini," kata Rewin.

Menurut Rewin, pertumbuhan industri peternakan nasional tahun ini tidak lepas dari upaya pemerintah yang ingin memperbaiki industri pakan ternak. Sehingga harga ayam saat ini mulai stabil di kisaran Rp 17.000/ekor. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads