Pilkada DKI Dua Putaran Buat Investor Wait And See

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 16 Feb 2017 10:20 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta berdasarkan hitungan cepat dipastikan akan dilakukan dua putaran. Hal tersebut memberikan dampak bagi para pelaku usaha di pasar saham.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, hasil pilkada yang harus dilakukan dua kali putaran menjadi sentimen bagi para pelaku usaha.

"Pilkada DKI Jakarta dua putaran tentunya dapat mempengaruhi sentimen pasar mengingat investor cenderung masih wait and see sampai dengan hasil akhir dari Pilkada Jakarta yang dikeluarkan oleh KPU," kata Josua saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Josua melanjutkan, yang terpenting saat ini adalah proses pilkada berjalan aman, nyaman, kestabilan politik tetap terjaga sehingga menjadi sentimen positif bagi investor. Diharapkan juga adanya peningkatan iklim investasi Indonesia khususnya di sektor riil.

Perekonomian Indonesia, lanjut Josua, sudah memiliki pondasi yang cukup kuat, dengan banyaknya lembaga pemeringkat yang meningkatkan outlook ratingn Indonesia. Hal itu menandakan perekonomian Indonesia sudah kuat.

"Sentimen positifnya juga berasal dari kebijakan fiskal ang diindikasikan dari APBN 2017 yang lebih kredibel dengan target penerimaan pajak yang lebih realistis dan belanja yang lebih produktif sehingga diharapkan kebijakan fiskal dapat optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih berkualitas," tambahnya.

Meski demikian, para investor tetap akan menunggu hasil Pilkada DKI Jakarta sampai dengan hasil resmi yang dirilis oleh KPU. Sebab, dua putaran masih memberikan sinyal ketidakpastian, di mana pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menang pada putaran pertama bisa saja kalah di putaran kedua.

"Jadi investor masih mencermati lagi kebijakan-kebijakan dari pemenang pilkada, seandainya ada kebijakan yang cenderung kurang mendukung aktivitas bisnis, tentunya investasi pun semakin menurun, dan sampai saat ini saya pikir investor masih akan wait and see," tandasnya. (dna/dna)