Semen Padang akan Restukturisasi Utang Rp 450 Miliar
Jumat, 15 Apr 2005 15:40 WIB
Jakarta - PT Semen Padang akan merestrukturisasi utang perseroan sebesar Rp 450 miliar yang diharapkan bisa disetujui pemegang saham pada tahun ini. Restrukturisasi ini diperlukan karena saat ini perseroan sangat terbebani oleh tingginya beban bunga."Fundamental keuangan perusahaan masih lemah, karena pembelanjaan perusahaan tidak seimbang dimana jumlah utang jangka pendek jauh melebihi utang jangka panjang. Makanya kita merencanakan restrukturisasi utang pada tahun ini sebesar Rp 450 miliar," kata Direktur Keuangan PT Semen Padang E. Irzal di Hotel Grand Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (15/4/2005).Menurutnya, dengan restrukturisasi utang tersebut rasio keuangan Semen Padang menjadi lebih bagus dan perusahaan menjadi sehat. Untuk restrukturisasi utang, manajemen Semen Padang mengajukan beberapa usul seperti penerbitan obligasi, penerbitan medium term note (MTN) dan pinjaman kepada bank."Usulan rencana restrukturisasi utang sudah kita ajukan dan saat ini sedang dikaji oleh pemegang sama," kata Irzal.Pemegang saham Semen Padang yang ada di bawah Semen Gresik Grup saat ini adalah pemerintah, Cemex dan publik.Dijelaskan Irzal, utang yang masih harus dibayarkan tersebut adalah utang kepada Bank Mandiri sekitar Rp 250 miliar, utang lancar Rp 97 miliar dan kepada BCA Rp 100 miliar. Pada tahun 2004 biaya utang yang harus dibayar oleh perseroan mencapai Rp 120 miliar.Sementara itu Irzal juga menjelaskan bahwa laporan keuangan PT Semen Padang untuk tahun buku 2004 telah selesai diaudit dan telah dikirim ke PT Semen Gresik pada 11 April 2005. Laporan keuangan auditan untuk 2002 dan 2003 PT Semen Padang baru dapat diselesaikan pada bulan Oktober 2004.Penjualan bersih PT Semen Padang tahun 2004 sebesar Rp 1,78 triliun naik 12,6 persen dibandingkan tahun 2003. Laba usaha sebesar Rp 157,9 miliar naik 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Demikian pula dengan laba bersih mencapai Rp 76,9 miliar atau naik 205 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 25,2 miliar.Volume penjualan semen dan klinker adalah 4.997.040 ton naik 9,6 persen dibandingkan tahun 2003 sebanyak 4.557.157 ton. Peningkatan laba bersih karena adanya kenaikan volume produksi dan penjualan, peningkatan harga jual rata-rata dan pengurangan beban utang.Pabrik BaruIrzal juga menjelaskan bahwa saat ini kapasitas produksi Semen Padang sebesar 5,1 juta ton per tahun akan tetapi karena sudah adanya perbaikan pabrik diharapkan pada triwulan III atau IV kapasitas produksi bisa mencapai 5,3 juta ton per tahun.Perseroan berencana membuat pabrik baru seiring naiknya permintaan semen dalam rangka program infrastruktur pemerintah. "Kapasitas nasional yang ada saat ini dengan adanya program infrastruktur diperkirakan akan habis pada 2007-2008 makanya perusahaan semen harus membangun pabrik baru pada tahun 2006 karena pembangunannya memakan waktu 2 tahun," ujarnya.Saat ini Semen Padang sudah memiliki pabrik sampai Indarung V dan yang kemungkinan akan dibangun adalah Indarung VI. Mengenai pendanaannya, perseroan memiliki kapasitas untuk berutang sebesar Rp 1,5 triliun namun sudah dipakai Rp 300 miliar sehingga jika ingin membangun pabrik maka dana yang bisa dipakai untuk berutang mencapai Rp 1,2 triliun.Untuk tahun 2005 Semen Padang menganggarkan biaya investasi (CAPEX) sebesar Rp 135 miliar. Penjualan tahun 2005 diharapkan mencapai Rp 2,2 triliun dengan laba bersih antara Rp 90-100 miliar.
(san/)











































