Bursa Wall Street Alami Penurunan Hingga Tiga Digit
Sabtu, 16 Apr 2005 12:08 WIB
Jakarta - Bursa saham di Wall Street mengalami penurunan tertinggi selama lima bulan terakhir. Penurunan indeks mencapai tiga digit dalam sepekan ini, setelah keluarnya laporan dari IBM yang mencerminkan melemahnya ekonomi AS.Indeks Dow Jones pada penutupan perdagangan Jumat,(15/4/2005) turun 198,41 poin atau 1,93 persen pada level 10.080,34 yang merupakan penurunan terendah sejak 2 November 2004. Sebelumnya pada Kamis,(14/4/2005) indeks Dow Jones turun 125 poin dan pada Rabu,(13/5/2005) turun 104 poin. Begitupula dengan Standard & Poor's 500 Index pada penutupan Jumat,(15/4/2005) turun 19,43 poin atau 1,67 persen pada level 1.142,62 yang merupakan terendah sejak 3 November 2004. Sedangkan indeks Nasdaq anjlok 38,56 poin atau 1,98 persen pada level 1.908,15 yang merupakan terendah sejak 25 Oktober 2004.Sehingga dalam sepekan ini indeks Dow Jones telah turun sampai tiga digit sebesar 373,83 poin atau 3,57 persen, indeks Nasdaq turun 4,56 persen dan indeks S&P 500 telah turun 3,29 persen. Seperti dikutip AP, Sabtu,(16/4/2005), ketiga indeks Wall Street tersebut mengalami kemerosotan karena investor melepas saham-saham unggulan atau blue chip setelah keluarnya laporan kuartal I 2005 perusahaan IBM yang mengalami penurunan dimana hal tersebut mencerminkan juga jatuhnya sejumlah industri di AS. Pasar saham di AS terus mengalami ketidakpastian sejak 19 Mei 2003 setelah the Federal Reserve melaporkan penurunan sektor manufaktur dan industri lainnya. Selain itu juga Departemen Tenaga Kerja AS juga mengumumkan kenaikan harga minyak dunia akan membuat barang impor naik. Sementara tingkat imbal hasil (yield) untuk Treasury note berjangka waktu 10 tahun pada Jumat,(15/4/2005) turun 4,24 persen dibanding hari sebelumnya, Kamis,(14/4/2005) di level 4,34 persen. Sedangkan mata uang dolar relatif bervariasi terhadap sejumlah mata uang besar lainnya meskipun harga emas terus bergerak naik. Harga minyak mentah dunia dalam dua pekan terakhir memperlihatkan tren penurunan, dimana pada Jumat,(15/4/2005) harga minyak untuk jenis light crude di New York Mercantile Exchange (Nymex) kembali turun 64 sen dolar di level US$ 50,49 per barel.
(ir/)











































