Ada Perang, BUMI Angkat Kaki dari Blok Migas di Yaman

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Feb 2017 14:07 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah sejak lama masuk ke blok migas di Yaman, melalui anak usahanya Gallo Oil (Jersey) Ltd. Namun kini, perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini telah hengkang dari blok migas tersebut.

Presiden Direktur Bumi Resources, Ari Saptari Hudaya, mengungkapkan pihaknya sudah menyatakan ingin mundur dari eksplorasi blok migas tersebut sejak tahun lalu. Hal itu lantaran adanya konflik di negara tersebut.

"Kami pull out (keluar), sudah kami tawarkan tapi enggak ada pemerintahannya. Presidennya dikudeta, menterinya kami sedang cari yang bisa diajak bicara. Itu dari tahun lalu, cuma suratnya kami mau kasih ke mana, dulu kan masih ada Minister of Mine. Sekarang ke siapa," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (23/2/2017).

Sebelumnya perseroan diketahui tengah melakukan pengerjaan eksplorasi di Blok 13 dan Blok R2, diperkirakan untuk membangun sumur mencapai US$ 50 juta. Pada 2015 yang lalu, Bumi Resources juga tercatat telah menghabiskan US$ 374,53 juta untuk eksplorasi guna mencari potensi hydrocarbon di blok migas tersebut.

Namun kini dana-dana yang telah digelontorkan tersebut terpaksa harus direlakan. Sebab perseroan memutuskan untuk keluar sebelum eksploitasi.

"(Kerugian) sekitar US$ 300 jutaan. Kami masuk ke sana dari 1999. Drilling dari 2002. Terakhir kami temukan cadangan menarik. Kami temukan cadangan gas besar sekira 10 tcf (trillion cubic feet), tapi bagaimana ambilnya, ternyata perang," tukasnya. (wdl/wdl)