Presiden Direktur Bumi Resources, Ari Saptari Hudaya, menjelaskan ada 4 aset yang dimiliki oleh BMRS yang akan dikembangkan, di antaranya tambang emas dan tembaga Gorontalo Minerals, tambang emas Citra Palu Minerals, tambang zinc dan lead Dairi Prima Minerals, dan marketing service Bumi Japan.
"Kalau yang Bumi Japan sudah 100%, sedangkan yang tiga lainnya masih proses atau tinggal menunggu izin dari pemerintah untuk produksi. Kami berharap izinnya keluar tahun ini, jadi bisa langsung kembangkan. Kami sudah siapkan software-nya guna menyambut hardware-nya," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (22/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena untuk gold ada dua metode satu open pit hole besar seperti Freeport atau underground. Kelihatannya akan pilih underground, itu metodenya beda sekali. Tapi yang di Gorontalo lebih ke open pit (tambang terbuka) sepertinya," imbuhnya.
Karena biaya yang besar, perseroan berencana menggandeng investor dari luar negeri. Ada beberapa investor yang tengah dalam masa negoisasi yang berasal dari Australia, China dan Afrika Selatan.
"Investor China itu sudah bolak balik dateng ke kami, dan berkomitmen untuk mengembangkan aset BRMS khususnya yang Dairi Prima Minerals. Namun saat ini kita sedang memilih kerjasama mana yang tepat untuk mereka, bisa dengan Joint Venture ataupun Engineering, Procurement & Construction (EPC)," pungkasnya. (wdl/wdl)











































