Namun beberapa waktu lalu BEI memperbaharui daftar saham LQ45, salah satu saham baru yang masuk adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Saham BUMI sendiri saat ini di juluki saham 'Zombie'. Hal itu lantaran BUMI sebelumnya telah tidur lama di level Rp 50 alias gocap, namun tiba-tiba bangkit dan berfluktuasi tinggi.
Ketua Nasional Komunitas Investasi Saham Pemula Frisca Devi Choirina pun menyarankan agar investor pemula menjauhi saham-saham 'Zombie' tersebut. Meskipun dirinya merekomendasikan untuk berinvestasi di saham-saham jajaran LQ45.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal mula kebangkitan saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie itu bermula ketika isu restruktrisasi utang BUMI bergulir. Meski baru sekedar wacana, saham BUMI mulai menanggalkan predikat gocap pada 10 Juni 2016 yang langsung naik ke level Rp 67 per saham. Setelah itu pada 30 Juni 2016 saham BUMI stagnan di level Rp 68 per saham.
Akhirnya pada RUPSLB BUMI di 7 Februari 2017 sebanyak 99,96% pemegang saham sepakat atas rencana restrukturisasi utang melalui menerbitkan saham baru dengan skema rights issue. Harga pelaksanaan rights issue dipatok pada level Rp 926, sehingga maksimal dana yang akan diraih lewat HMETD sebesat Rp 35,1 triliun.
Lewat righs issue tersebut, maka jumlah utang yang akan di konversi melalui penerbitan saham baru atau rights issue sebesar US$ 2,01 miliar. Sementara untuk konversi melalui OWK senilai US$ 639 juta.
Alhasil saham BUMI terus bergerak menguat ditengah keseriusan perseroan yang ingin melakukan restrukturisasi utang melalui right issue hingga posisi tertinggi di level Rp 505 pada 27 Januari 2017. Namun setelah itu saham BUMI kembali menuju jurang dengan penurunan terdalam pada 21 Februari 2017 di level Rp 294 per saham. Keesokan harinya saham BUMI kembali tancap gas dengan menguat 25,17% ke level Rp 368. Jelang perdagangan siang hari ini, saham BUMI terpantau melemah 0,6% ke level Rp 330.
Atas catatan tersebut, Devi menyarankan agar investor pemula menjauhi saham Zombie. Meskipun saat ini banyak investor saham yang mencoba peruntungan di saham BUMI.
"Apalagi BUMI lagi hits dan baru banget masuk LQ45. Saya katakan kalau kalian ikut-ikutan sama saja judi. Jadi yang tahu aja dulu yang di beli, kalau yang enggak tahu dan hanya ikut-ikutan, enggak usah dulu. Dari pada kalian judi, kan skeptis judi di saham masih banyak," pungkasnya. (ang/ang)











































