Direktur Utama Sugih Energy Supriyato mengatakan, untuk saat ini baru Lapangan Akatara dari wilayah Lemang yang telah dilakukan eskplorasi sejak November 2016 kemarin. Menurut catatannya kapasitas produksi minyak di lapangan tersebut saat ini baru mencapai 300 BOPD (barrel oil per day).
Namun salah satu permasalahan dari operasional lapangan tersebut dari sisi infrastruktur yang belum mumpuni. Sebab selama ini distribusi minyak masih menggunakan truk untuk di kirim ke kilang Plaju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mendorong efisiensi jalur distribusi pihaknya berencana membangun pipa penyalur minyak menuju kilang Plaju. Pembangunan pipa tersebut akan dilakukan pada tahun depan.
"Kalau produksi meningkat kami akan bangun infrastruktur pipa. Pipa itu panjangnya sekitar 50 km sampai 70 km," imbuhnya.
Tahun ini perseroan berencana akan dilakukan pengeboran di 5 sumur pengembangan di Akatara. Sehingga ditargetkan akhir 2017 produksi lapangan tersebut mencapai 1.500 BOPD.
"Tapi kita yakin mencapai puncak produksinya pada 5 tahun mendatang mencapai 10.000 BOPD," ujar Supriyanto.
Prediksi puncak produksi tersebut diyakini perseroan lantaran pihaknya berencana akan melakukan eksploitasi pada lapangan Wajik. Lapangan tersebut diyakini memiliki cadangan migas yang juga berlimpah.
Sugih Energy sendiri telah mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar US$ 41 juta yang berasal dari Mandala Funding Ltd (Caymans). Fasilitas pinjaman tersebut digunakan untuk menaikkan produksi wilayah kerja Lemang, khususnya lapangan Akatara. Sementara berdasarkan perjanjian pinjaman, nantinya pembayaran akan diambil dari hasil produksi minyak dan gas yang dihasilkan dari wilayah kerja Lemang. (ang/ang)











































