Dalam pertemuan ini, Direktur Utama BEI yang juga menjadi Chairman of The 26th ASEAN CEO Meeting Tito Sulistio menyepakati beberapa poin kerja sama dalam perdagangan saham antar negara Asia Tenggara.
Acara ini dihadiri oleh 6 Direktur Utama bursa di negara Asia Tenggara seperti Bursa Malaysia Berhard Datuk Seri Tajuddin Atan, Hochiminh Stock Exchange Le Hai Tra, Hanoi Stock Exchange Nguyen Thi Hoang Lan, Phillipine Stock Exchange Hans B. Sicat, Singapore Exchange Loh Boon Chye, dan The Stock Exchange of Thailand Kesara Manchusree.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling penting mau kita lakukan adalah bagaimana kita bisa harmonisasikan kerangka-kerangka peraturan yang ada karena tiap negara punya peraturan perundangan yang berbeda," jelas Tito di The Anvaya Beach Resorts, Kuta, Jumat (3/3/2017).
Bursa efek di enam negara Asia Tenggara tersebut juga sepakat untuk saling mendukung perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di bursa efek. Sehingga tidak ada satu bursa efek yang saling mempengaruhi perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa efek negara tertentu.
"Bagaimana fasilitasi isu-isu yang muncul di ASEAN. Kadang enggak boleh go public di sana. Ini mau kita harmonisasi," kata Tito.
Lebih jauh lagi, perdagangan saham antar kedua negara atau cross listing juga bisa diaplikasikan secepatnya. Sehingga pendanaan terhadap perusahaan yang tercatat di bursa efek Asia Tenggara semakin banyak.
"Bagaimana melakukan cross listing product-product di ASEAN. Kenapa kalau listing di Indonesia saja enggak bisa sekalian, di tempat lain dan bagaimana standarisasi pengaturan antara bursa terhadap profesional," ujar Tito. (ang/ang)











































