Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad dalam acara Mandiri Manajemen Investasi dengan tema Unlocking Opportunities in The Daring Market di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
"Tema acara ini cukup relevan dengan kondisi yang kita hadapi sekarang, para investor, institusi nasional, yang ingin update perkembangan ekonomi pasar keuangan baik global maupun domestik, sehingga dapat mengoptimalkan potensi pasar keuangan," kata Muliaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya, kata Muliaman, 2016 merupakan tahun yang tidak mudah, di mana perekonomian nasional dihadapkan oleh situasi yang memberikan dampak serta risiko, mulai dari normalisasi kebijakan moneter negara maju, brexit, semangat proteksionisme hingga hasil pemilu di AS.
"Namun di tengah perkembangan global yang kurang kondusif ini kita bersyukur karena di dalam negeri masih dapat meraih capaian yang berarti," tambahnya.
Indonesia, kata Muliaman, dapat merealisasikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2016 sebesar 5,02%, stabilitas makro dan keuangan pun masih tetap terjaga.
Di pasar modal, dapat disaksikan sejumlah perkembangan positif pada tahun lalu, IHSG tumbuh 15,3% dan menempatkan indeks saham Indonesia sebagai indeks saham berkinerja terbaik di dunia.
"Nilai tukar Rupiah juga terpantau relatif stabil, demikian juga dengan imbal hasil surat berharga negara yang mencatat tren terus menerus secara YoY, capaian ini tidak terlepas dari membaiknya prospek ekonomi domestik kita juga beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung dengan beberapa paket kebijakan ekonomi dan kebijakan tax amnesty," jelasnya.
Lanjut Muliaman, nilai aktiva bersih reksa dana juga menunjukan tren peningkatan meskipun terekspos pada fluktuasi pasar, di mana pada 2016 nilai aktiva bersih reksa dana tercatat Rp 339 triliun meningkat 24,6% dibandingkan periode 2015.
Capaian kinerja pasar keuangan juga berlanjut pada total penghimpunan dana oleh korporasi melalui IPO, right issues dan oblligasi korporasi totalnya mencapai Rp 195 triliun, capaian tersebut meningkat 68,9%, dibandingkan tahun sebelumnya.
"Semua perkembangan di atas membuat kita lebih optimis memasuki tahun 2017 ini dengan fundamental ekonomi yang cukup kuat serta reformasi struktural yang terus diupayakan dan dilanjutkan, apa yang sudah kita raih di 2016 bisa menjadi modal untuk menapaki tahun ini dengan labih baik," tandasnya. (mkj/mkj)











































