Direktur BEI Tito Sulistio mengatakan, sepanjang 2016 BEI berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 344,8 miliar. Angka itu meningkat drastis dari perolehan laba bersih sebelumnya sebesar Rp 118,78 miliar.
"Ini adalah laporan tercepat, tapi buat saya ini belum terlalu cepat. Harusnya bursa itu dengan konsolidasi 7 anak usahanya bisa lebih cepat dari pada emiten mana pun. Tapi sekarang sudah lumayan, dari 75 emiten yang sudah masuk kita sudah keluarkan laporan konsolidasi. Biasanya kan akhir Maret," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenaikan laba bersih terbesar. Tapi kalau dilihat juga laba komprehensifnya dari Rp 122 miliar naik ke Rp 360 miliar, naiknya 295%," tambah Tito.
Sementara beban usaha BEI pada 2016 naik 11,1% menjadi Rp 1,03 triliun. Kendati begitu BEI masih bisa membukukan pendapatan usaha.
"Jadi fungsi kita dua, sebagai BEI kita memobilisasi dana yang dihimpun dari masyarakat dan untuk saranan investasi jangka panjang. Tapi sebagai PT kita tetap harus bisa memberikan timbal balik yang bagus kepada pemegang saham. Tetap harus efisiensi," tukasnya.
Dari sisi kinerja perdagangan, BEI mencatat rata-rata transaksi harian pasar modal Indonesia di 2016 sebesar Rp 7,49 triliun. Angka tersebut meningkat 32,04% dibanding 2015 sebesar Rp 5,76 triliun. (ang/ang)











































