Follow detikFinance
Kamis 09 Mar 2017, 09:52 WIB

Saham-saham yang Menjanjikan Jelang Pilkada DKI Putaran II

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Saham-saham yang Menjanjikan Jelang Pilkada DKI Putaran II Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta - Keriuhan politik pasca Pilkada serentak pada bulan lalu belum berakhir, khususnya bagi warga Jakarta. Tak lama lagi, orang-orang Jakarta akan kembali menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada putaran kedua yang rencananya akan dilaksanakan pada 19 April mendatang.

Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari 101 Pilkada yang dilaksanakan serentak pada bulan lalu, cuma Jakarta yang melaksanakan putaran kedua, artinya 100 Pilkada yang digelar di daerah lainnya, para calon langsung terpilih pada putaran pertama.

Jakarta harus memasuki putaran kedua karena dari ketiga pasangan calon, tidak ada yang mencapai perolehan suara hingga 51% sesuai aturan yang berlaku.

Data KPU memperlihatkan pasangan Agus-Sylviana mendapat 17%, pasangan Ahok-Djarot mendapat suara 43%, sedangkan pasangan Anis-Sandi mendapat perolehan suara 40%. Dengan perolehan ini maka pasangan yang berhak maju ke putaran kedua adalah pasangan Ahok-Djarot dan Anis-Sandi.

Menanti perhelatan putaran kedua ini, pasar terus bergerak sesuai dengan kondisi yang ada, tentunya saat kemenangan bakal diraih calon yang diinginkan pasar, maka saham akan bergerak naik, namun jika sebaliknya, harga saham langsung terkoreksi.

Menurut Bahana, ada lima saham pilihan yang layak untuk dikoleksi di tengah-tengah keriuhan politik ini, diantaranya saham PT Telekomunikasi Indonesia atau lebih dikenal dengan PT Telkom (TLKM), saham PT United Tractor (UNTR), saham PT AKR Corporindo (AKRA), saham PT Eagle High Plantations (BWPT) dan saham PT Tunas Baru Lampung (TBLA).

'"Saat masa kampanye hingga hasil Pilkada keluar, penggunaan telekomunikasi pasti meningkat,' Sedangkan saham-saham terkait komoditas lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal," ujar Kepala Riset dan Strategis Bahana Sekuritas, Harry Su, dalam keterangan tertulis, Kamis (9/3/2017).

Khusus untuk saham UNTR, Bahana Sekuritas menaikkan target harga ke Rp 32.000, dari target harga sebelumnya sebesar Rp 26.500 karena anak usaha Badan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memperkirakan volume penjualan alat berat pada akhir tahun ini akan naik hingga 35% atau menjadi 3.000 unit dari perkiraan sebelumnya sekitar 2.393 unit, termasuk sudah mmperhitungkan risiko rendahnya harga batubara.

TLKM diperkirakan masih akan membukukan kinerja yang positif dari keriuhan politik yang terjadi saat era digital dan smartphone menjadi ajang kampanye yang lebih efektif. Pendapatan Telkom diperkirakan mencapai Rp 130,4 triliun pada akhir 2017, dengan perkiraan laba bersih mencapai Rp 22,85 triliun. Dengan target harga sebesar Rp 5.000 dari harga saat ini sekitar Rp 3.920.

AKRA diperkirakan akan memetik hasil dari peningkatan aktivitas pertambangan seiring dengan naiknya harga batu bara dan OPEC memotong produksi minyak untuk tahun ini.

Menurut Bahana, perusahaan distributor bahan bakar minyak terbesar di Indonesia ini, akan membukukan pendapatan sebesar Rp 21,3 triliun pada akhir 2017, dengan perkiraan laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun. Bahana merekomendasikan beli dengan target harga Rp 8.380, dari harga saham saat ini sekitar Rp 6.325.

Sementara itu untuk TBLA dan BWPT diperkirakan masih akan mencatatkan kinerja positif dengan rekomendasi beli masing-masing di harga Rp 1.720 untuk TBLA dari rata-rata harga saham saat ini sekitar Rp 1.245, dan target harga Rp 630 untuk BWPT dari rats-rata harga saham saat ini sekitar Rp 356. (ang/dnl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed