Persib Pernah Mau 'Merumput' di Pasar Modal, Tapi Batal

Persib Pernah Mau 'Merumput' di Pasar Modal, Tapi Batal

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 09 Mar 2017 10:12 WIB
Persib Pernah Mau Merumput di Pasar Modal, Tapi Batal
Foto: Pool
Jakarta - PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menepis isu terkait rencana melakukan pelepasan saham di pasar modal. Meskipun PBB sendiri pernah menunjukan minat serius untuk melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO).

"Memang benar, dulu pernah ada niatan kita untuk IPO. Tapi batal, setelah itu kita belum ada pembicaraan lagi," kata Komisaris PBB Zainuri Hasyim saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/3/2017).

Minat dari klub sepakbola yang dijuluki 'Maung Bandung' itu untuk melakukan IPO ditunjukan pada 2012 yang lalu. PBB menargetkan bisa mengantongi dana segar hasil IPO sebesar Rp 200 miliar dari 45% saham yang akan dilepas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun niatan tersebut dilupakan begitu saja. Padahal PBB sudah menunjuk 3 penjamin emisi yakni Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas dan Buana Capital.

"Dulu kitanya batal dari internalnya. Kita belum ingin ke arah sana. Karena belum memenuhi syarat IPO. Kita mau benahi dulu," imbuhnya.

Namun menurut mantan Direktur Marketing PBB Farhan, kala itu PBB batal melakukan IPO salah satunya lantaran tidak mendapatkan restu para pemegang saham.

Para pemegang saham khawatir, jika saham PBB dilepas ke publik akan ada investor besar lainnya yang masuk dan berniat melakukan perubahan di Persib.

"Waktu itu kita mau IPO, tapi ternyata efisiensi dari pemegang saham tinggi. Ada kekhawatiran sahamnya nanti akan diborong. Alasan primodrial dan kapitalisme. Mereka takut Persib di bawa keluar Bandung. Seperti misalnya Persijatim terus dibawa ke Palembang sekarang jadi Sriwijaya FC," ungkapnya saat dihubungi detikFinance secara terpisah.

PBB sendiri saat ini sahamnya dimiliki oleh 6 pihak yang terdiri dari 1 badan usaha dan 5 pemegang saham individu. Badan usaha itu yakni PT Surya Eka Perkasa yang merupakan perusahaan investasi milik keluarga Thohir.

Menurut Farhan, para pemegang saham individu lah yang melontarkan penolakan rencana IPO tersebut. "Jadi pemegang saham umum yang nolak, kalau PT SEP malah dia bernafsu mau IPO," tukasnya. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads