Direktur Keuangan WIKA Antonius N.S. Kosasih menjelaskan, untuk pinjaman sindikasi perbankan tengah memasuk tahap akhir proses kredit. Dana yang akan dihimpun dari pinjaman sindikasi tersebut akan mencapai Rp 5 triliun dengan jangka waktu 3 tahun.
"Kita lagi cari pinjaman dari berbagai bank. Banknya ada BUMN ada yang swasta dari dalam maupun luar negeri," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (9/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang finalisasi untuk bunganya. Kita mintanya si 8% atau di bawah 8%," imbuhnya.
Dana sindikasi tersebut rencananya akan digunkan untuk membiayai proyek pembangunan tol Balikpapan-Samarinda. Sebab pemerintah meminta agar proyek tersebut bisa dikebut.
Sedangkan untuk obligasi, WIKA menargetkan bisa menerbitkan penawaran umum berkelanjutan (PUB) hingga Rp 10 triliun dengan jangka waktu 5-10 tahun.
Adapun tahun ini perseroan akan menerbitkan obligasi Rp 5 triliun tersebih dahulu. Sehingga dana yang akan dihimpun tahun ini berjumlah Rp 10 triliun.
"Kan kita bisa PUB sampai 2 tahun, tahun ini Rp 5 triliun," terangnya.
Sementara itu, perseroan tahun ini berencana akan menyiapkan belanja modal atau capital expenditur (capex) sebesar Rp 7,7 triliun. Sedangkan dana internal yang dimiliki WIKA saat ini Rp 6 triliun.
"Jadi total dana untuk belanja modal, modal kerja juga dan untuk tahun depannya," pungkasnya. (ang/ang)











































