Menurut Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio, sumbangsih pasar modal terhadap perekonomian RI bisa dilihat dari pertumbuhan penggalangan dana jangka panjang yang mencapai 20%.
"Penggalangan dan jangka panjang di tahun kemarin itu Rp 700 triliun, itu tumbuh 20%. Artinya bursa menyediakan modal," tuturnya dalam acara Underwriting Network 2017 di Kuta, Denpasar, Bali, Jumat (10/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan hanya itu kekayaan masyarakat itu bertambah dari pasar modal. Tercatat dari seluruh jenis investasi di pasar modal kekayan masyarakat bertambah Rp 215 triliun dari saham, kupon obligasi dan lainnya. Ini tidak kecil artinya spending masyarakat bertambah," imbuhnya.
Tak hanya itu, lanjut Tito, pasar modal Indonesia juga memiliki kontribusi ke penerimaan pajak yang cukup besar yakni sekitar 10%. Sebab total penerimaan pajak dari pasar modal di 2016 mencapai Rp 110 triliun dari total penerimaan pajak sekita Rp 1.100 triliun.
Penerimaan pajak dari pasar modal tersebut terdiri dari pajak emiten saham Rp 89,7 triliun, dividen saham Rp 12,99 triliun, kupon obligasi Rp 4,43 triliun, transaksi saham Rp 1,84 triliun, penawaran umum saham perdanan (IPO) Rp 10 miliar dan anggota bursa (sekuritas) Rp 640 miliar.
"Jadi selain Rp 215 triliun bertambahnya kekayaan masyarakat, ada juga Rp 110 triliun sumbangsih ke pajak," tukasnya. (ang/ang)











































