Namun saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hari ini justru menguat signifikan. Pada pukul 15.30 JATS, saham BUMI menguat 8,05% ke level Rp 322 per saham. Padahal pada perdagangan Jumat kemarin saham BUMI ditutup melemah 1,97% ke level Rp 298 per saham.
Awal mula penguatan saham BUMI terjadi pada pukul 11.30 JATS yang menyentuh level Rp 312. Setelah rehat sesi pertama selesai, saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie itu pun terus menguat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih bergerak side way di kisaraan Rp 16.300 per saham. Pada Jumat kemarin ITMG turun 6,19% ke level Rp 16.300 per saham. Sementara saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) hari ini justru melemah 0,48% ke Rp 10.300 pada pukul 15.30 JATS. Perdagangan jelang akhir pekan kemarin juga turun 4,38% ke level Rp 10,375 per saham.
Menurut Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyamba pelemahan harga belakangan ini lebih disebabkan karena penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan dolar AS sendiri dipengaruhi sentimen kenaikan suku bunga oleh The Fed.
"Mereka para investor saat ini cendrung memili memilih untuk masuk ke valas, maka indeksnya di pasar komoditas mengalami tekanan," terangnya saat dihubungi detikFinance.
Selain itu, turunya harga batu bara juga dipengaruhi para perusahaan batu bara diseluruh dunia yang menaikan produksinya tahun ini. Sebab mereka merespon rencana Presiden AS Donald Trump yang ingin meningkatkan perindustrian dalam negerinya.
"Kalau industri naik mereka pikir produksinya akan naik, maka butuh batu bara. Tapi itu kan proyeksi, sementara sentimen melihat kondisi saat ini. Produksi naik tapi permintaannya kan belum naik. maka harganya akhirnya melemah," imbuhnya.
Reza pun memprediksi bahwa tren negatif harga batu bara tidak akan berlangsung lama. Menurutnya jika The Fed sudah mengambil keputusan jadi atau tidaknya menaikan suku bunga maka tekanan harga batu bara akan berkurang.
Menurut data Kementerian ESDM harga batu bara acuan pada Maret 2017 berada di level US$ 81,9 per metrik ton. Sementara berdasarkan bursa Rotterdam harga batu bara masih berada di level US$ 75,35 per metrik ton. Padahal pada akhir tahun lalu harga batu bara bisa tembus US$ 100 per metrik ton. (ang/ang)











































