Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman menyambut baik pendekatan yang dilakukan BEI. Dia memandang hal itu sebagai bentuk perhatian dari BEI bagi GAPMMI
"BEI menganggap industri mamin strategis. Karena kontribusi industri mamin menyumbang PDB 33% dari sisi non migas," tuturnya usai membuka perdagangan saham harian di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari anggota kami 500 lebih perusahaan baru 15 perusahaan yang masuk di bursa. Tapi kapitalisasi pasarnya cukup besar, menurut BEI bisa mencapai Rp 200 triliun. Saya kaget juga," imbuhnya.
Adhi mengatakan, saat ini sudah ada beberapa anggotanya yang menunjukkan minat untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering). Setidak ada 2-3 perusahaan yang diperkirakan melakukan IPO tahun ini.
"Saya belum tahu pasti tapi dengan pembicaraan anggota ada 2-3 perusahaan yang sudah siap masuk. Ada perusahaan cokelat, perusahaan cacao, perusahaan minuman. Tapi kalau dilihat situasi bursa yang stabil, saya pikir bisa lebih banyak," tukasnya.
Menurutnya selama ini perusahaan mamin masih minim melakukan IPO lantaran kurangnya sosialisasi dari BEI. Oleh karena itu dirinya menyambut baik pendekatan yang dilakukan oleh BEI. (ang/ang)











































