"Dolar AS melemah hampir seluruh mata uang di Asia," kata Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih kepada detikFinance, Kamis (16/3/2017).
Menurut Lana, kenaikan suku bunga acuan AS sudah sesuai dengan ekspektasi investor. Sehingga investor yang sudah mengantisipasi sejak beberapa waktu sebelumnya, tetap tenang pasca keputusan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar AS diketahui melemah sejak pagi tadi, seperti terhadap rupiah, dolar Hongkong, yen Jepang, won Korea Selatan, dolar Singapura, bath Thailand hingga rupee India.
Akan tetapi hingga pukul 11.40 WIB, dolar AS sudah mulai bergerak menguat terhadap beberapa mata uang. Berikut data perdagangan Reuters, Kamis (16/3/2017).
Dolar Hong Kong 7,7649/US$
Rupee India 65,3500/US$
Yen Jepang 113,58/US$
Dolar Singapura 1,4049/US$
Bath Thailand 35,1000/US$
Won Korea Selatan Won 1.132/US$
Rupiah Indonesia 13.340/US$
Lana menambahkan, khusus untuk rupiah juga ada sentimen dari dalam negeri. Di antaranya adalah surplus pada neraca perdagangan Februari 2017 sebesar US$ 1,32 miliar.
"Sentimen dari dalam negeri ada, tapi yang masih dominan adalah efek dari The Fed yang naikkan suku bunga," tukasnya. (mkj/dna)











































