Jumlah ini tak sampai 1% dari total penduduk di Indonesia.
"Kalau 1 juta investor, 0,39% jika dilihat dari 250 juta penduduk. Di negara lain itu bisa 20-30%, seperti di negara tetangga kita," ujar Nurhaida dalam acara J-Club Investing di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu (18/3/2017).
"Saya ingin cerita sedikit, pasar modal kita berkembang sangat baik, indeks rekor tertinggi dengan mencatat pertumbuhan jumlah investor ritel saat ini 1 juta investor," lanjut Nurhaida.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurhaida menjelaskan, kendala yang dihadapi saat ini adalah masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai pasar keuangan ataupun pasar modal. Sampai saat ini hanya 4,4% yang paham pasar modal, dan yang memanfaatkan pasar modal hanya sebesar 0,25%.
"Kenaikannya luar biasa, jadi arah untuk meningkatkan literasi cukup pada track yang benar," ungkapnya.
Tidak hanya itu, jumlah emiten domestik saat ini sudah mampu mengimbangi jumlah emiten asing yang melantai di pasar modal Indonesia. Padahal, beberapa tahun yang lalu persentasenya masih 70% untuk emiten asing dan 30% untuk emiten domestik.
"Sekarang sudah imbang manfaat dari harga saham yang naik, ingin dimanfaatkan investor domestik, kita perlu bersama mendorong investor domestik makin banyak," tandasnya. (hns/hns)











































