Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 16:41 WIB

Saham 'Mati Suri' Merugikan Investor, Harus Dikeluarkan dari Bursa?

Danang Sugianto - detikFinance
Saham Mati Suri Merugikan Investor, Harus Dikeluarkan dari Bursa? Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sebagai bentuk penindakkan untuk para emiten yang tidak mengumumkan laporan kinerjanya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan hukuman penghentian perdagangan saham sementara (suspensi). Suspensi tidak akan dicabut sebelum emiten menunjukan itikad baik dengan melakukan public expose.

Jika emiten yang terkena suspensi menahun dan tidak ada tanda-tanda kehidupan dari perusahaannya BEI akan menghapus perusahaan tersebut dari papan perdagangan (delisting). Itu artinya emiten tersebut harus hengkang dari pasar modal.

Namun menurut Ketua Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI), Sanusi hukuman delisting bukan jalan keluar yang tepat. Sebab pihak yang paling dirugikan atas penjatuhan delisting adalah pemegang saham.

"Kalau cuma disuspensi atau delisting ya emiten tidak rugi. Dia bilang 'kalau saya disuspensi 5 tahun saya enggak mau kasih laporan keuangan mau apa? tidak bisa apa-apa kan," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (20/3/2017).

Pemegang saham pun tidak dapat apa-apa jika emiten didelisting. Pun, jika perkara berlanjut dipailitkan dan dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kecil kemungkinan pemegang saham biasa mendapatkan kembali uang yang ditanamnya di perusahaan tersebut. Biasanya pengadilan mendahulukan untuk menganti rugi pihak yang memberi utang seperti bank ataupun pemegang surat utang (obligasi), setelah itu baru pemegang saham ritel.

Baca juga: Ini Daftar Saham yang 'Mati Suri' Gara-gara Suspensi Menahun

Oleh karena itu Sanusi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat aturan khusus kepada emiten-emiten nakal tersebut. Tak hanya sekedar delisting tapi bisa penjatuhan denda ataupun pidana.

"Buat aturan khusus wajib lapor kondisi perusahaan misalnya. Itu untuk memantau. Ada sanksinya juga kalau perlu ancaman penjara. Kalau buat peraturan tanpa sanksi ya sama saja," tegasnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed