Follow detikFinance
Senin 20 Mar 2017, 17:55 WIB

Tarif Taksi Online akan Naik, Bagaimana Pergerakan Saham Operator Taksi?

Danang Sugianto - detikFinance
Tarif Taksi Online akan Naik, Bagaimana Pergerakan Saham Operator Taksi? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016. Salah satu poin dalam beleid tersebut juga akan mengatur batas atas dan bawah tarif taksi online.

Tentu aturan tersebut memberikan angin segar bagi perusahaan taksi biasa. Sebab selama ini kue di ranah pertaksian hampir dikuasai taksi online. Aturan tersebut juga akan mempersempit perbedaan tarif antara taksi online dan biasa.

Namun hal itu sepertinya belum menjadi sentimen positif bagi saham PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) dan PT Blue Bird Tbk (BIRD). Saham TAXI hari ini hanya menguat 2 poin atau 1,21% ke level Rp 167 per saham, sementara BIRD malah turun 40 poin atau 0,98% ke level Rp 4.030 per saham.

Menurut Analis Senior Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, pelaku pasar seakan masih belum percaya aturan tersebut benar akan diterapkan. Sebab saat ini masih ada penolakan dari perusahaan taksi online.

"Pelaku pasar masih belum benar-benar percaya. Karena kalau ada penolakan pasti ada peninjauan kembali. Jadi aturan itu belum ada imbas positifnya ke saham BIRD ataupun TAXI," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (20/3/2017).

Jika dilihat dari awal bulan, saham TAXI juga cenderung melemah. Pada 1 Maret 2017 saham TAXI anjlok 2,89% dari pembukaan Rp 175 menjadi Rp 168. Saham TAXI juga menyentuh titik terendah pada 9 Maret 2017 di level Rp 164 per saham. Baru hari ini saham TAXI lumayan menguat.

Sedangkan saham BIRD jika diakumulasikan dari awal bulan memang terbilang menguat, namun hanya tipis. Pada 1 Maret 2017 saham BIRD melemah 4,51% bertengger di level Rp 3.810. Saham BIRD berangsur menguat menyentuh level tertinggi pada 6 Maret 2017 ke Rp 4.100 per saham. Setelah itu cenderung turun lagi.

Reza juga menilai, kecenderungan penurunan saham kedua emiten taksi tersebut lebih dikarenakan sentimen negatif dari pergesaran kebiasaan para pengguna taksi. Saat ini pangsa pasar penumpang taksi cenderung dikuasai taksi online.

"Dulu kan yang menguasai pasar taksi ya dua perusahaan itu, tapi sekarang kan tidak. BIRD maupun TAXI saat ini hanya mengandalkan rekanan perusahaan yang bekerja sama. Tapi berapa banyak si perusahaan yang rekanan seperti itu dibanding konsumen bebas. Begitu cara pasar melihatnya," tambahnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed