BNI Tunda Penerbitan Obligasi
Selasa, 19 Apr 2005 18:06 WIB
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menunda rencana penerbitan obligasi subordinasi berjangka waktu 5 tahun senilai US$ 200-300 juta hingga Juli mendatang menyusul kondisi pasar yang kurang bagus.Keputusan menunda penerbitan obligasi ini karena dianggap menimbulkan biaya yang tinggi dimana para investor menghendaki imbal hasil yang tinggi menyusul menanjaknya tingkat suku bunga.Presiden Direktur Bank BNI Sigit Pramono, seperti dilansir Reuters, Selasa (19/4/2005) menyatakan proposal penerbitan obligasi ini akan tetap diajukan dalam waktu dekat ini. Akan tetapi BNI hanya akan menjual obligasi ketika pasar sudah mulai membaik.Β Β Β Β "Kita menunggu waktu yang paling baik, diharapkan dapat dilakukan pada paruh dua atau Juli. Saya kira itu waktu yang paling tepat," ujar Sigit Pramono sambil menambahkan bahwa perseroan berencana mencatatkan obligasinya di Singapura, Hongkong atau Tokyo.Pada Februari lembaga rating Fitch menaikan peringkat utang jangka panjang dalam bentuk obligasi subordinasi dari Bank BNI menjadi B+ atau sedikit di bawah investment grade dengan outlook positif.JP Morgan dan Barclays Capital telah ditetapkan sebagai pihak yang akan menawarkan obligasi Bank BNI tersebut.
(san/)











































