Kepala Bagian Pengawasan Dana Pensiun PPIP dan DPLK OJK Armansjah mengungkapkan, portofolio investasi dapen ke EBA-SP hanya Rp 508 miliar. Angka itu setara hanya 0,22% dari total investasi dapen sebesar Rp 241,47 triliun.
"Ini masih kecil porsinya, jadi sebenarnya masih ada kesempatan untuk instrumen EBA-SP," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu yang menjadi alasan dasar EBA-SP tak dilirik para dapen lantaran returnya tidak menarik. Dapen masih lebih memilih obligasi korporasi ataupun surat berharga negara (SBN).
"Kita kan berinvestasi ada pertimbang-pertimbangannya. Tentunya kalau return-nya lebih rendah dari SBN dari obligasi korporasi tentunya pilih yang return-nya lebih baik dong," tuturnya.
Sebagai contoh, EBA-SP SMF-BTN02 Kelas A yang diterbitkan pada 28 Februari 2017 memiliki tingkat bunga 8,6% pertahun. Produk investasi tersebut memiliki tenor 5 tahun dan jatuh tempo pada 7 Maret 2022. (ang/ang)











































