Keuntungan Tipis, Investasi EBA-SP Kurang Diminati Dapen

Keuntungan Tipis, Investasi EBA-SP Kurang Diminati Dapen

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 21 Mar 2017 14:16 WIB
Keuntungan Tipis, Investasi EBA-SP Kurang Diminati Dapen
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) masih kurang diminati oleh dana pensiun (dapen). Padahal instrumen investasi berbasis tagihan kredit perumahan itu cukup cocok bagi dapen sebagai lembaga pengelola dana jangka panjang, sebab EBA-SP memiliki tenor cukup panjang.

Kepala Bagian Pengawasan Dana Pensiun PPIP dan DPLK OJK Armansjah mengungkapkan, portofolio investasi dapen ke EBA-SP hanya Rp 508 miliar. Angka itu setara hanya 0,22% dari total investasi dapen sebesar Rp 241,47 triliun.

"Ini masih kecil porsinya, jadi sebenarnya masih ada kesempatan untuk instrumen EBA-SP," tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (21/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Bambang Sri Muljadi mengakui, memang dapen belum tertarik terhadap EBA-SP. Sebab pengetahuan dari para dapen terhadap instrumen investasi itu masih rendah.

Selain itu yang menjadi alasan dasar EBA-SP tak dilirik para dapen lantaran returnya tidak menarik. Dapen masih lebih memilih obligasi korporasi ataupun surat berharga negara (SBN).

"Kita kan berinvestasi ada pertimbang-pertimbangannya. Tentunya kalau return-nya lebih rendah dari SBN dari obligasi korporasi tentunya pilih yang return-nya lebih baik dong," tuturnya.

Sebagai contoh, EBA-SP SMF-BTN02 Kelas A yang diterbitkan pada 28 Februari 2017 memiliki tingkat bunga 8,6% pertahun. Produk investasi tersebut memiliki tenor 5 tahun dan jatuh tempo pada 7 Maret 2022. (ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads