Sritex Terbitkan Surat Utang Rp 2 Triliun di Singapura

Sritex Terbitkan Surat Utang Rp 2 Triliun di Singapura

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Kamis, 23 Mar 2017 17:29 WIB
Sritex Terbitkan Surat Utang Rp 2 Triliun di Singapura
Foto: Dewi Rachmat Kusuma
Jakarta - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau dikenal dengan Sritex, akan menerbitkan surat utang atau obligasi global Senior Note US$ 150 juta (sekitar Rp 2 triliun dengan kurs Rp 13.350 per dolar AS). Obligasi ini kelebihan permintaan hampir 6 kali lipat.

Surat utang dengan kupon 6,875% tersebut dipasarkan melalui anak perusahaannya di Singapura, Golden Legacy Pte. Ltd. dengan permintaan US$ 850 juta (Rp 11,3 triliun).

Penerbitan Senior Note tersebut merupakan bagian dari keseluruhan obligasi SRIL yang bakal jatuh tempo pada 20 Maret 2024.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tidak melakukan upscale kendati kelebihan penawaran hingga hampir 6 kali jadi US$ 850 juta, karena alasan kebutuhan dana saat ini hanya dalam jumlah tersebut," kata Corsec SRIL, Welly Salam, dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3/2017).

Penjahit produk Guess dan H&M itu akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi anak usahanya tersebut untuk refinancing, di antaranya pembayaran sisa obligasi global sebesar US$ 89,3 juta dengan bunga 9% 2019, pembayaran surat utang jangka menengah sebesar US$ 30 juta yang akan jatuh tempo pada Oktober 2017, pembayaran utang modal kerja serta untuk keperluan usaha umum lainnya.

SRIL dalam kaitan ini berperan sebagai pejamin utama (Parent Guarantor) dari anak usahanya, Golden Legacy PTE LTD, yang 100% sahamnya dimiliki SRIL. Golden Legacy memiliki anak usaha bernama Golden Mountain Textile and Trading PTE LTD. Kedua anak usaha SRIL tersebut berbasis di Singapura.

Obligasi tersebut ditawarkan secara terbatas, sehingga tidak terikat pada kebijakan Securities Act 1993 AS. Surat utang tersebut dijamin sepenuhnya oleh Sritex dan salah satu anak perusahaannya yiatu PT Sinar Pantja Djaja. (ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads