Surat utang dengan kupon 6,875% tersebut dipasarkan melalui anak perusahaannya di Singapura, Golden Legacy Pte. Ltd. dengan permintaan US$ 850 juta (Rp 11,3 triliun).
Penerbitan Senior Note tersebut merupakan bagian dari keseluruhan obligasi SRIL yang bakal jatuh tempo pada 20 Maret 2024.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjahit produk Guess dan H&M itu akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi anak usahanya tersebut untuk refinancing, di antaranya pembayaran sisa obligasi global sebesar US$ 89,3 juta dengan bunga 9% 2019, pembayaran surat utang jangka menengah sebesar US$ 30 juta yang akan jatuh tempo pada Oktober 2017, pembayaran utang modal kerja serta untuk keperluan usaha umum lainnya.
SRIL dalam kaitan ini berperan sebagai pejamin utama (Parent Guarantor) dari anak usahanya, Golden Legacy PTE LTD, yang 100% sahamnya dimiliki SRIL. Golden Legacy memiliki anak usaha bernama Golden Mountain Textile and Trading PTE LTD. Kedua anak usaha SRIL tersebut berbasis di Singapura.
Obligasi tersebut ditawarkan secara terbatas, sehingga tidak terikat pada kebijakan Securities Act 1993 AS. Surat utang tersebut dijamin sepenuhnya oleh Sritex dan salah satu anak perusahaannya yiatu PT Sinar Pantja Djaja. (ang/dnl)











































