Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah tipis. Dolar AS berada di posisi Rp 13.328 dibandingkan posisi pada perdagangan kemarin sore Rp 13.324.
Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 1,865 poin (0,03%) ke level 5.565,624. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,468 poin (0,05%) ke level 926,867.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara perlahan Indeks terus menanjak di zona hijau. Investor asing menghambat laju penguatan IHSG dengan aksi jualnya.
Hingga pukul 09.05 waktu JATS, IHSG melaju 11,546 poin (0,21%) ke level 5.575,305. Sementara Indeks LQ45 menanjak 1,956 poin (0,21%) ke level 928,355.
Setelah mencetak rekor intraday lagi pagi tadi di posisi 5.581, IHSG justru terus bergerak melemah. Jelang siang, IHSG malah melempem ke zona merah.
Sesi pertama, IHSG ditutup turun 6,24 poin (0,11%) ke 5.557,513. Indeks LQ45 melemah 1,633 poin (0,18%) ke 924,766.
Pelemahan terus berlanjut sepanjang sisa perdagangan. Namun aksi beli asing berhasil menyelamatkan IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. IHSG naik tipis 3,375 poin (0,06%) ke 5.567,134. Indeks LQ45 melemah tipis 0,065 poin (0,01%) ke 926,334.
Bursa-bursa Asia sore ini rata-rata bergerak di zona hijau. Berikut situasi di bursa regional sore hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menguat 177,219 poin (0,93%) ke level 19.262,52.
- Indeks Hang Seng bertambah 30,57 poin (0,13%) ke level 24.358,27.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 20,90 poin (0,64%) ke level 3.269,45.
- Indeks Straits Times naik 15,97 poin (0,51%) ke level 3.142,90.
Sementara saham-saham yang masuk jajaran top losers di antaranya, Jembo Cable (JECC) turun Rp 975 ke Rp 6.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 525 ke Rp 64.925, Matahari (LPPF) turun Rp 350 ke Rp 13.900, Inti Bangun Sejahtera (IBST) turun Rp 300 ke Rp 1.500. (dna/wdl)










































