Berebut Dana Repatriasi, Broker Saham Masih Kalah dari Perbankan

Berebut Dana Repatriasi, Broker Saham Masih Kalah dari Perbankan

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 27 Mar 2017 11:57 WIB
Berebut Dana Repatriasi, Broker Saham Masih Kalah dari Perbankan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Tinggal menghitung hari, program pengampunan pajak atau tax amnesty akan berakhir. Arus masuk dana repatriasi berangsur-angsur mereda, sayangnya jauh lebih banyak masuk ke perbankan dibanding insutrumen investasi seperti pasar modal ataupun sektor riil.

Menurut data terakhir Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, dana repatriasi yang masuk ke pasar modal mencapai Rp 145 triliun. Sedangkan menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang masuk ke pasar modal hanya Rp 9 triliun.

Menurut Analis Samuel Sekuritas Muhammad Al Fatih peserta tax amnesty yang merepatriasikan dananya dari luar negeri bukanlah orang yang buta tentang dunia investasi. Jadi bukan salah seluruh pemangku kepentingan di pasar modal yang menyebabkan perbankan menyedot lebih banyak dana repatriasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peserta tax amnesty bukan orang awam, mereka sudah mengerti pasar modal. Mungkin dia mau menaruh di pasar modal itu mungkin saja. Tapi itu tergantung kemauannya. Ini pilihan," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (27/3/2017).

Menurut Al Fatih ada beberapa hal yang membuat perbankan lebih berkilau untuk menempatkan dana repatriasi. Pertama penempatan dana di perbankan sudah hadir jauh lebih lama dibanding pasar modal. Perusahaan-perusahaan perbankan juga jauh lebih besar ketimbang perusahaan sekuritas.

Selain itu, aturan yang mengunci (lock up) dana repatriasi selama 3 tahun juga menjadi alasan. Penempatan dana selama 3 tahun memang lebih cocok untuk ditempatkan ke wadah yang lebih bersifat saving seperti tabungan dan deposito. Sementara saham merupakan instrumen investasi jangka panjang.

"Menyimpan dana 3 tahun di produk investasi yang beresiko bukan perkara mudah. Seperti saham dianjurkan untuk lebih dari 3 tahun karena volatilitasnya. Sifatanya beda antara saving dan investasi. Investasi saham dengan volatilitas yang ada jadi tidak fleksibel," terangnya.

Jika melihat alasan tersebut, tentu sulit bagi perusahaan sekuritas dan manajer investasi gateway bersaing menggaet dana repatriasi. Sebab peserta tax amnesty sudah sangat melek mengenai investasi.

"Mereka bukan sebagai investor pemula, kalau sudah paham ya tergantung mereka, jadi agak susah. Kalau mereka memilih pasar modal ya mereka sudah lakukan dari awal," tandasnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads