Melansir keterbukaan informasi yang ditulis Senin (27/3/2017), kelompok usaha Grup Bakrie tersebut pada 2016 menderita kerugian bersih hingga Rp 3,6 triliun. Kerugian tersebut bertambah 105,13% dari kerugian di 2015 sebesar Rp 1,75 triliun.
Pendapatan BNBR juga turun 37,8% dari 2015 sebesar Rp 3,3 triliun menjadi Rp 2,07 triliun. Beban pokok perusahaan sebenarnya turun dari Rp 2,7 triliun menjadi Rp 1,97 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total beban usaha perseroan yang terdiri dari beban umum dan administrasi, beban karyawan dan beban penjualan sebenarnya juga turun dari Rp 627,9 miliar menjadi Rp 540 miliar. Namun karena laba bruto anjlok efisiensi tersebut percuma dan membuat rugi usaha naik dari Rp 56,7 miliar menjadi Rp 443,9 miliar.
Tak hanya itu, beban pajak BNBR juga meningkat 61,3% dari Rp 13,56 miliar menjadi Rp 21,88 miliar.
Namun total liabilitas atau utang BNBR turun dari Rp 13,13 triliun menjadi Rp 12,61 triliun. Total liabilitas itu terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp 11,62 triliun dan jangka panjang sebesar Rp 983,3 miliar. Sementara total aset perseroan turun dari Rp 9,22 triliun menjadi Rp 6,55 triliun. (ang/ang)











































