"Saya sudah ngomong, baiknya kalian gabung. Blue bird sempat bilang enggak mungkin. Tapi saya senang, ini mereka gabung. Pencairan ini tumbuh. Ini menjadi bukti," katanya saat menghadiri acara peluncuran layanan Go-Blue Bird pada aplikasi Go-Jek di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (30/3/2017).
Budi mengatakan, Kementerian Perhubungan telah berupaya membuat regulasi sejak enam bulan lalu. Regulasi ini diperlukan agar kedua belah pihak tidak terjadi kerugian di masa mendatang, sehingga juga tercipta kesetaraan, tidak ada yang dirugikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Regulasi tentang tarif, dan bagaimana menyampaikan. Kita buka ruang diskusi. Kita cari format yang enak. Ada tarif regulasi online sama existing ini jadi satu. Kami berfikir dan pelan-pelan, kami lakukan pembicaraan. Harapan kita dengan ini semua bisa nurut sama Permen 32 ini. Semoga semuanya bisa saling mendukung," pungkasnya.
Seperti diketahui, hari ini Go-Jek dan Blue Bird melakukan sinergi dengan menyediakan layanan Go-Blue Bird pada aplikasi Go-Jek. Sebelumnya, pelanggan Go-Jek hanya bisa mendapatkan taksi Blue Bird dari menu Go-Car.
Kerja sama ini menjadi upaya dari peningkatan aksesibilitas pelanggan terhadap layanan Blue Bird, sekaligus memberikan produktivitas lebih banyak bagi driver atau pengemudi. (dna/dna)











































