Triwulan I 2005
Laba Inco Turun 31 Persen
Kamis, 21 Apr 2005 09:40 WIB
Jakarta - PT International Nickel Indonesia tbk (Inco) dalam periode triwulan I 2005 mengalami penurunan laba bersih hingga 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau dari US$ 73,4 juta menjadi US$ 50,9 juta. Sementara penjualan bersih Inco juga turun 11 persen menjadi US$ 170,9 juta."Penurunan penjualan dan laba bersih pada triwulan pertama terutama karena penundaan satu jadwal pengapalan pada bulan maret, rendahnya harga realisasi rata-rata dan curah hujan dibawah rata-rata pada akhir tahun 2004 dan awal 2005 yang membatasi aliran air penampungan utama kami, membatasai operasi tanur listrik dan tingkat produksi," papar Predir Inco Bing Tobing dalam siaran persnya, Kamis (21/4/2005).Namun Bing menegaskan, pengapalan yang mundur itu diharapkan pada April ini sudah bisa dilakukan. Selain itu tingginya curah hujan akhir-akhr ini dan ketinggian air di penampungan Inco yang mulai normal diharapkan bisa memulihkan operasional perseroan. Bing menambahkan, dari sisi neraca, Inco telah melakukan pembayaran kembali pokok utang sebesar US$ 38,5 juta pada Maret 2005. Dengan demikian saldo utang jangka panjang menjadi US$ 76,9 juta. "Selain itu kami juga memiliki posisi keuangan yang baik untuk mempertahankan pemberian dividen tunai," ujar Bing.Perseroan, lanjut Bing, juga akan tetap mengupayakan untuk memperbesar produksi tahunannya sebesar 25 persen menjadi 200 juta pon nikel dalam matte pada 2009. Selain itu Inco juga melanjutkan uji kelayakan teknis untuk menentukan lokasi yang terbaik untuk membangun bendungan di atas sungai Larona. Untuk rencana investasi tersebut, Inco diperkirakan memerlukan dana hingga US$ 270-280 juta.Untuk harga realisasi rata-rata untuk Nikel dalam matte pada triwulan pertama 2005 sebesar US$ 11,344 per ton atau turun tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 10,858 per ton. Produksi Nikel dalam matte pada triwulan I sebesar 17.300 ton atau naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 16.300 ton.
(qom/)











































