Laba Ford Turun 38 Persen

Kuartal I 2005

Laba Ford Turun 38 Persen

- detikFinance
Kamis, 21 Apr 2005 13:36 WIB
Jakarta - Perusahan otomotif AS nampaknya kian terdesak. Setelah General Motor yang mengumumkan kerugian hingga US$ 1,1 miliar selama kuartal I 2005, kini giliran perusahaan otomotif terbesar kedua di AS, Ford Motor yang mengumumkan labanya anjlok hingga 38 persen. Ford seperti dilansir AFP, Kamis (21/4/2005) mengumumkan, selama kuartal I ini, labanya turun hingga 38 persen menjadi US4 1,21 miliar. Penurunan laba ini terutama dipicu oleh anjloknya penjualan Ford di AS. Ford memperkirakan pada kuartal II nanti akan memperoleh titik break even, sebelum dikurangi item-item khususnya. Dan jika dikurangi dengan item-item khusus itu, Ford kemungkinan akan menderita kerugian hingga 15 sen per saham. Pada kuartal I ini, pendapatan per saham perseroan mencapai 62 sen per saham, tanpa item khusus."Outlook ini didasarkan pada ekspektasi kami atas lingkungan operasi yang lebih ketat untuk sisa tahun ini," kata direktur keuangan Ford Don Leclair. Pendapatan Ford sebenarnya naik menjadi US$ 45,1 miliar dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 44,7 miliar. "Ke depan, kami akan terus fokus untuk meningkatkan kualitas, menurunkan biaya-biaya dan memberikan produk-produk baru yang lebih menarik disamping juga mengambil langkah untuk memperkuat keuangan kita, optimisme posisi global kita dan memimpin pengembangan produk baru yang lebih cepat," kata Bill Ford.Meski penjualannya di AS terpuruk, Ford melaporkan penjualannya di Asia Pasifik dan Afrika sangat baik, dengan laba naik hingga menjadi US$ 43 juta dibandingkan US$ 28 juta pada periode yang sama tahun lalu. Ford mengungkapkan, pihaknya menargetkan penjualan hingga lebih dari 17 juta kendaraan di wilayah ini pada tahun 2005. Sementara penjualannya di Amerika Utara justru turun US$ 2,1 miliar menjadi US$ 21,1 miliar, menyusul turunnya volume, biaya yang lebih tinggi, nilai tukar yang tidak pas dan harga yang kurang tepat. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads