Perbaikan Pabrik Feni II Molor
Produksi Antam Terancam Turun
Kamis, 21 Apr 2005 15:39 WIB
Jakarta - Perbaikan pabrik Feni II milik PT Aneka Tambang tbk (Antam) diperkirakan makan waktu 5-6 bulan dengan biaya sekitar US$ 3-5 juta. Terganggunya produksi Antam akan membuat pendapatannya turun. Untuk menutupinya, Antam akan menggenjot penjualan bijih nikel kadar tinggi sebesar 400 ribu ton."Meski kami sangat kecewa pengoperasian pabrik Feni II tidak berjalan sesuai rencana, kami tengah berusaha sekuat tenaga untuk bisa mengatasi masalah ini secepatnya, sehingga dampak penurunan produksi dapat diminimalisasi," kata Dirut Antam Dedi Aditya Sumanegara dalam siaran persnya, Kamis (21/4/2005). Lebih jauh Dedi memberikan komitmannya untuk tetap memenuhi permintaan konsumen dan menjanjikan tidak terulangnya permasalah ini. "Kami memperkirakan hal ini tidak akan terjadi dalam commissioning proyek Feni III yang merupakan turnkey project," tegas Dedi.Perseroan menjelaskan, pada 23 Maret lalu, Antam telah menghentikan commissioning pabrik Feni II dengan pertimbangan keamanan setelah terdapat level metal yang abnormal dan tingginya temperatur thermocouple tungku bagian bawah tanur, yang mengindikasikan adanya kerusakan batu tahan api di bagian bawah tanur listrik. Commissioning pabrik Feni II dimulai dengan pre-heat pabrik pada 15 Februari 2005 lalu dan pabrik sudah mulai dinyalakan pada 22 Februari 2005. Antam selanjutnya akan terus melakukan perbaikan, dan diperkirakan pada akhir Agustus perbaikannya telah selesai. Pada 1 April lalu, Antam telah mulai memperbaiki pabrik Feni II dibawah supervisi Hatch Ltd. Saat ini Antam tengah menghitung biaya perbaikan karena masih belum tersedianya indormasi biaya pengadaan batu tahan api maupun seberapa besar kerusakan yang terjadi. Namun diperkirakan biaya awal perbaikan mencapai US$ 3-5 juta, dan Antam akan mengajukan klaim kerusakan peralatan berdasarkan ketentuan asuransi erection all risks yang menanggung risiko testing dan commissioning. Menyusul perbaikan pabrik Feni II ini, Antam menurunkan target internal produksi feronikel Pomalaa sebesar 30 persen menjadi 6.800 ton Nikel dari target semula 10.000 ton Nikel. Dan untuk mengantisipasi penurunan itu, Antam akan menaikkan volume toll smelting dengan Pamco dari 50 ton Ni menjadi 600 ton Ni. Hal ini selanjutnya menjadikan target produksi feronikel Ntam berjumlah 7.400 ton Ni, atau 27 persen lebih rendah dari target awal 10.150 ton ni. Namun demikian, Antam tidak mengantisipasi adanya klaim asuransi atas kehilangan laba yang terjadi karena pabrik masih berada pada masa commissioning. Saat ini Antam tengah fokus pada upaya perbaikan agar pabrik Feni II dapat beroperasi sesegera mungkin dan akan melihat detail opsi klaim lain yang tersedia apabila ada. Perseroan menjelaskan, Antam saat ini tengah merevisi anggaran tahun 2005 dan estimasi mengenai dampak kejadian ini terhadap biaya tunai feronikel, meski diperkirakan akan substansial.
(qom/)











































