Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat. Dolar AS berada di posisi Rp 13.313 dibandingkan posisi pada kemarin sore Rp 13.333.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun tipis 6,228 poin (0,11%) ke level 5.674,011 akibat aksi ambil untung. Indeks semakin menjauh dari level 5.700.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG melemah 34,941 poin (0,62%) ke level 5.645,298 akibat maraknya aksi jual. Hanya sektor tambang yang bertahan di zona hijau.
Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau sejak pembukaan perdagangan. Posisi terendah IHSG hari ini ada di 5.643,350.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (7/4/2017), IHSG ditutup terpangkas 26,753 poin (0,47%) ke level 5.653,486. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 7,718 poin (0,82%) ke level 937,238.
Aksi jual marak dilakukan investor domestik. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,357 triliun di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 264.996 kali dengan volume 9,738 miliar lembar saham senilai Rp 7,402 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 203 turun, dan 111 saham stagnan.
Respons bursa regional beragam pasca serangan AS ke Suriah. Pasar saham Jepang dan China masih bisa menguat.
Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 67,57 poin (0,36%) ke level 18.664,63.
- Indeks Hang Seng menipis 6,42 poin (0,03%) ke level 24.267,30.
- Indeks Komposit Shanghai menguat 5,61 poin (0,17%) ke level 3.286,62.
- Indeks Straits Times naik tipis 1,68 poin (0,05%) ke level 3.177,27.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inti Bangun (IBST) turun Rp 420 ke Rp 1.760, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 28.700, Chandra Asri (TPIA) turun Rp 250 ke Rp 26.350, dan Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 250 ke Rp 2.100. (ang/dnl)











































