Surat kabar lokal Saigon Times, seperti dikutip AsiaOne, Selasa (11/4/2017), menyebut izin itu terkait rencana pre-feasibility study proyek penambahan kapasitas bandara dari empat juta menjadi lima juta penumpang per tahun.
Maskapai yang terkenal atas kontroversi pramugari berbikini itu menggandeng US Parsons Corporation dalam menjalankan proyek empat tahap tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap pertama, mulai tahun ini sampai 2020, kapasitas bandara ditingkatkan menjadi 5 juta penumpang per tahun. Landasan pacu ditingkatkan supaya bisa melayani pesawat berukuran besar.
Sedangkan di tahap kedua (tahun 2020 sampai 2025), perluasan terminal supaya bisa mengakomodasi 8-10 juta penumpang per tahun.
Sementara pada tahap ketiga (tahun 2025 sampai 2030), membangun 2 hanggar yang terintegrasi dengan landasan pacu dan taxiway melalui sistem terkini.
Lalu pada tahap akhir (setelah tahun 2030), Vietjet akan membangun satu lagi landasan pacu lengkap dengan terminal baru berkapasitas 10 juta penumpang per tahun. Hanggar baru juga akan dibangun, berbarengan dengan terminal kargo dan area logistik.
Baca juga: 'Maskapai Bikini' Mau Terbang ke RI, Menhub: Masuk Sini Harus Sopan
Setelah izin dari pemerintah Vietnam keluar, Vietjet akan memulai mega proyeknya di akhir 2017. Saat ini, bandara tersebut baru punya satu landasan pacu dengan satu terminal penumpang digabung dengan area kargo.
Bandara Chu Lai terletak di dekat kota Tam Ky, kota terbesar di provinsi Quang Nam. Bandara itu terletak di komplek Chu Lai Open Economic Zone, di distrik Nui Thanh.
Foto: Dok. VietJet Aviation JSC |












































Foto: Dok. VietJet Aviation JSC