Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Choliq mengatakan, ada beberapa skema yang akan diterapkan Perseroan dalam memenuhi kebutuhan modal investasi di jalan tol.
"Rp 15 triliun dari equity, sisanya instrumen utang, Rp 20t itu dari debt instrument. Yang jelas obligasi Rp 10 triliun semester 2. Rp 10 triliun lagi dari bank loan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting adalah equity dulu. Kira-kira Rp15 triliun yang harus saya siapkan dulu, dengan divestasi, jadi tol-tol dijual," ungkapnya.
Choliq mengungkapkan, manajemen Wasikta Karya akan memberikan jalan tol mana saja kepada calon pembeli.
"Ya yang mana investor suka. Bagi Waskita kita semua akan dijual. Jadi yang prioritas mana, investor tertarik yang mana, terserah. Semua tol siap dijual.
Investor sekarang masih lihat-lihat. Sekarang ada beberapa investor," tukasnya. (dna/dna)











































