Kini, posisi Direktur Operasi dihapus, diganti menjadi Direktur Produksi yang dijabat Puji Nur Handayani.
Menanggapi perubahan tersebut, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Konsultan Gatot Trihargo mengatakan bahwa posisi Direktur Produksi Garuda Indonesia membawahi bidang operasional dan maintenance pesawat terbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aturan penerbangan sipil atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) mewajibkan maskapai untuk memiliki Direktur Operasi dalam menjalankan bisnis penerbangannya.
Gatot mengatakan bahwa posisi Direktur Operasi bisa saja diisi dengan istilah yang berbeda yagn setingkat manajer.
"Butir A kan memang wajib, tapi di butir B apabila tidak dilakukan bisa dengan nama yang berbeda. Kan ada manajer operasi dan sebagainya," tutur Gatot.
Namun tentu keselamatan penerbangan menjadi prioritas Garuda Indonesia. "Tapi yang utama adalah degree of safety dari pada perusahaan itu tetap kita jaga," tutur Gatot.
Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury menyatakan hal serupa. Menurutnya Direktur Produksi nantinya yang membawahi Direktur Operasi.
"Masalah mengenai security safety akan jadi prioritas utama makanya tetap akan ada chief maintenance dan operation yang dikoordinasikan oleh Direktur Produksi," tutur Pahala di tempat yang sama. (ang/ang)











































