Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro menjelaskan, capex tersebut lebih besar dibandingkan dengan alokasi capex tahun lalu sekitar US$ 200 juta. Rencananya sebagian besar akan digunakan untuk mendatangkan alat berat.
"Capex seluruhnya dari dana internal. Jadi terbesar untuk alat berat, kemudian akan digunakan untuk pengembangan bisnis kontraktor penambangan PT Pamapersada Nusantara," tuturnya di Kantor Pusat United Tractors, Jakarta, Kamis (13/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Driver utama dari alat berat di pertambangan, big machine. Dari yang sebelumnya 200-an unit sekarang kita prediksi 500-700 unit. Sementara konstruksi pemegang dominasi antara 40-50%. Di situ alat berat di small and medium," imbuhnya.
Iwan juga mengatakan, target penjualan tersebut juga didorong dari tren kenaikan harga batu bara. Selain mendorong penjualan alat berat, kinerja dari anak usahanya yang bergerak di pertambangan batu bara PT Pamapersada Nusantara diyakini akan meningkat.
Ditargetkan anak usahanya itu bisa meningkatkan kapasitas produksinya sebesar 10% tahun ini. "Jadi penjualan batu bara dari tambang tahun ini mungkin ada di kisaran 7-7,5 juta ton, meningkat dari 6,8 juta ton," pungkasnya. (ang/ang)










































