Follow detikFinance
Selasa 18 Apr 2017, 14:09 WIB

Rombak Direksi, Rini: Garuda Butuh Restrukturisasi Menyeluruh

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Rombak Direksi, Rini: Garuda Butuh Restrukturisasi Menyeluruh Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pahala Mansury pekan lalu diangkat jadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Pahala menggantikan Arif Wibowo yang memimpin Garuda Indonesia sejak Desember 2014 menggantikan Emirsyah Satar.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, menaruh harapan lebih kepada Pahala sebagai pimpinan maskapai pelat merah itu. Rini berharap banyak perbaikan yang bisa dilakukan terhadap perseroan selama 12 bulan ke depan.

"Kita beri waktu dalam 12 bulan ini sih," tutur Rini di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2017).

Rini mengatakan, tujuan ditunjuknya Pahala sebagai pimpinan baru Garuda untuk melakukan reformasi baik dari segi operasional dan keuangan. Sehingga diharapkan emiten berkode GIAA itu bisa semakin berjaya di negerinya sendiri.

"Garuda itu kan memang saat ini memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh. Dari segi operasional, dari segi keuangan. Bagaimana memperkuat operasional dengan kompetisi yang makin kuat di domestik maupun internasional, dan juga memperkuat struktur keuangannya. Karena itu kita melihat setelah interview banyak pihak, Pak Pahala yang paling tepat untuk itu," ujar Rini.

Rini mengaku belum puas dengan pencapaian yang sudah dilakukan Arif saat memimpin Garuda selama dua tahun terakhir. Rini ingin ada terobosan dalam bisnis perjalanan yang tidak hanya mengandalkan penjualan tiket pesawat terbang saja, juga dengan penginapan dan paket wisata lainnya.

"Memang menurut saya ada hal yang saya melihat masih perlu diperkuat. Jadi memang struktur secara operasional menyeluruh, terutama sinergi antara Garuda, Citilink, dengan GMF, dan aktvitas yang lain termasuk aerowisatanya, bagaimana ke depan kompetitor kita mereka menjualnya dengan paket. Bukan hanya tiket pesawat, tapi juga hotelnya, transportasi daratnya. Nah ini yang secara sistem mau kita perbaiki di sana," jelas Rini.

Mengenai pengganti Pahala di Bank Mandiri, Rini mengaku masih terus melakukan seleksi dengan jajaran direksi dan komisaris. Tidak menutup kemungkinan pengganti Pahala yang dulu menjabat sebagai Direktur Finance dan Treasury Bank Mandiri berasal dari BUMN lain.

"Internal juga bagus. Kita sedang melihat juga, sinergi antar BUMN harus kita perkuat. Jadi apa perlu antar bank, atau perlu kekuatan di IT nya. Jadi talent full BUMN secara menyeluruh yang kita lihat, perusahaan itu membutuhkan apa ke depannya. Mengingat ke depan kita makin kompetitif," tutup Rini. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed