Follow detikFinance
Rabu 19 Apr 2017, 07:47 WIB

Pelaku Pasar Saham Berharap Pilkada DKI Berjalan Damai

Danang Sugianto - detikFinance
Pelaku Pasar Saham Berharap Pilkada DKI Berjalan Damai Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta Putaran kedua berlangsung hari ini. Seluruh pelaku pasar saham berharap pesta demokrasi ini berjalan kondusif.

Analis Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, meyakini Pilkada DKI tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pasar modal. Namun jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan mengganggu perekonomian, tentu pasar modal akan merespons.

"Pasar berharap Pilkada berjalan lancar, tidak ada kerusuhan yang mengganggu perekonomian nasional. Jadi pandangannya lebih ke aman atau enggak," tuturnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (19/4/2017).

Mau tonton video terbaru dan asyik lainnya?


Pesta demokrasi di ibu kota yang juga pusat perekonomian ini memang sejak awal berjalan dengan tensi yang cukup tinggi. Banyak isu-isu sensitif yang bermunculan bahkan hingga menimbulkan pergerakan masa yang sangat besar.

Bahkan hingga menjelang hari pemilihan di putaran kedua juga beredar isu akan ada pergerakan masa dari luar kota yang akan masuk ke Jakarta. Tentu isu tersebut membuat dunia usaha menjadi wait and see.

"Kita lihat memang banyak pelaku bisnis bilang kami tunggu Pilkada berlangsung, setelah itu semua orang baru optimis untuk berkembang," tambah Hans.

Menurutnya pesta demokrasi di Indonesia memang biasa berjalan cenderung keras. Namun setelah semuanya berlalu kondisi akan kembali normal.

Pasar modal juga diyakini Hans cukup kebal dengan kejadian-kejadian negatif yang menggemparkan. Sebab pasar modal Indonesia sudah melalui banyak kejadian-kejadian yang menggemparkan, seperti bom Bali, krisis ekonomi yang menimbulkan kerusuhan, dan lain sebagainya.

"Jadi kalau Pilkada tidak rusuh maka pasar modal tidak terpengaruh. Kalau pun rusuh pengaruhnya tidak besar," tukasnya.

Oleh karena itu, dirinya yakin setelah Pilkada DKI Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menguat. Sebab pasar tengah terdorong euforia laporan keuangan dan momen pembagian dividen.

"Dari global juga positif. Tensi perang AS dan Korut mereda. Trump juga seakan ingin dolar AS tetap rendah sehingga mendorong The Fed untuk menahan suku bunganya di level rendah," terang Hans.

Dia memprediksi IHSG pasca Pilkada berlangsung akan bergerak di jalur positif dengan perkiraan support dalam rentang 5.600-5.730 dan resistance 5.630-5.660.

Sementara menurut Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, Pilkada memang tidak mempengaruhi pasar secara langsung. Namun persepsi pelaku pasar yang membuat bursa saham seakan mengikuti kondisi politik.

"Seperti misalnya kemarin IHSG naik ada yang berpikiran bahwa oh pasar naik karena jelang Pilkada. Tapi ada juga yang berpikiran bahwa salah satu pasangan diindikasikan menang," terangnya.

Persepsi itulah yang membuat sebagian pelaku pasar juga ikut melakukan akumulasi beli. Meskipun sejatinya pergerakan IHSG kemarin bukan karena Pilkada.

"Pasar naik ada akumulasi beli setelah terimbas market di AS karena ketegangan AS dengan Korut mulai reda. Cuma karena pasar coba hubungkan dengan politik membuat kondisi pasar modal terpengaruh, walaupun enggak sesignifikan itu," imbuhnya.

Reza memprediksi laju IHSG pasca pilkada akan tetap berada di jalur hijau. Dia memprediksi IHSG akan berada dalam rentang support 5.575-5.588 dan resistance 5.635-5648.

"Asumsinya kalau global selama libur Pilkada bisa bertahan positif maka akan bagus untuk IHSG," tukasnya. (wdl/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed