Follow detikFinance
Rabu 19 Apr 2017, 09:16 WIB

Saham-saham Ini Berpotensi Menguat Pasca Pilkada DKI

Danang Sugianto - detikFinance
Saham-saham Ini Berpotensi Menguat Pasca Pilkada DKI Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Banyak pihak yang meyakini bahwa dunia politik tidak bersinggungan dengan pasar modal. Namun nyatanya terkadang kondisi politik juga menjadi sentimen bagi dunia pasar modal.

Seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung pada hari ini kemungkinan memberikan dampak secara tidak langsung bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun saham-saham tertentu saja. Bukan hanya karena Jakarta merupakan ibu kota sekaligus pusat ekonomi, sosok yang bertanding dalam pesta demokrasi ini juga cukup mempengaruhi.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memang seharusnya dunia pasar modal tidak saling bersinggungan dengan dunia politik. Namun beberapa tahun terakhir muncul fenomena setiap kali ada pemilihan yang membuat pasar terpengaruh.

"Fenomena ini muncul sejak pemilihan presiden kemarin antara Jokowi dan Prabowo. Saat itu sentimen ekonomi, politik bahkan agama dicampuradukan dalam pilpres. Jadi akhirnya membuat persepsi orang melihat fenomena yang ada dan mencoba menghubung-hubungkan ke pasar," terangnya saat dihubungi detikFinance, Rabu (19/4/2017).

Saat Jokowi diumumkan memenangkan kursi kepresidenan RI, muncul istilah Jokowi Effect. Sebab kala itu pasar modal dan pasar uang seketika bergerak dalam tren positif. IHSG dan Rupiah sontak menguat.

"Membuat solah-olah pasar terpengaruhi politik. Seharusnya sih enggak, tapi balik lagi ke persepsi pasar maka akan berimbas lagi," imbuhnya.

Untuk Pilkada DKI Jakarta kali ini Reza yakin imbasnya tidak seperti Jokowi Effect yang membuat IHSG bergeliat. Namun hasilnya berpotensi menggerakkan saham-saham tertentu. Sebab kedua pasangan calon (paslon memiliki hubungan atas emiten-emiten tertentu.

Seperti Calon Gubernur Sandiaga Uno, sosoknya dikenal juga sebagai pendiri dari PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Sehingga diyakini oleh pelaku pasar jika dirinya menang maka saham SRTG dan emiten yang terafiliasi seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO).

"Saham SRTG inikan likuiditasnya kecil, pergerakannya cenderung sideway. Tapi karena pelaku pasar memiliki persepsi kalau Anies-Sandi menang maka saham-saham SRTG dan grup Saratoga akan naik. Setelah timbul persepsi mereka beli, sehingga sahamnya naik," imbuhnya.

Bukan hanya itu, saham-saham di MNC Group juga diperkirakan akan menguat jika pasangan tersebut menang. Sebab Chairman dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang juga Ketua Umum Partai Perindo memberikan dukungan kepada paslon tersebut.

Sementara jika paslon Ahok-Djarot menang maka diperkirakan saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) akan menguat. Sebab jika paslon tersebut menang diperkirakan proyek reklamasi di kawasan utaranya Jakarta akan terus berjalan.

"Bisa jadi juga saham-saham perbankan akan menguat, karena untuk proyek reklamasi butuh dana besar. Pasti dibutuhkan bank untuk pendanaan," tambah Reza. (ang/ang)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed